RELUNG.ID – Universitas Sriwijaya (Unsri) membuka peluang untuk mengelola tambang pemerintah jika diberikan izin dalam revisi Undang-Undang Minerba yang tengah dibahas di DPR. Rektor Unsri, Taufiq Marwa, menegaskan bahwa kampus memiliki kapasitas keilmuan yang mendukung untuk menjalankan tugas tersebut.
“Semua dimungkinkan, karena perguruan tinggi merupakan penjaga keilmuan. Jika memang ini yang terbaik bagi bangsa dan pengembangan pendidikan, maka kami siap mempelajari lebih lanjut,” ujar Taufiq saat diwawancarai di Unsri Palembang, Selasa (4/2/2025).
Taufiq menambahkan, jika pemerintah menunjuk Unsri untuk mengelola tambang, pihaknya akan melakukan kajian mendalam terkait manfaat serta risiko yang ada. Ia menegaskan bahwa meskipun kemungkinan itu ada, core business utama perguruan tinggi tetap berada di bidang akademik.
“Apabila pemerintah memilih Unsri untuk mengelola tambang, kami akan mengkaji dengan cermat. Semua keputusan harus tetap berlandaskan pada pengembangan ilmu pengetahuan,” lanjutnya.
Sebagai perguruan tinggi yang memiliki Fakultas Pertambangan tertua di luar Pulau Jawa setelah ITB, Unsri memang memiliki sumber daya akademik yang kuat di bidang ini. Oleh karena itu, Taufiq berharap kerja sama dengan industri tambang besar, seperti PT Freeport Indonesia, bisa ditingkatkan.
“Kami ingin mahasiswa dan dosen bisa belajar langsung di tambang kelas dunia agar memiliki wawasan tidak hanya secara teori, tetapi juga pengalaman langsung di lapangan,” pungkasnya.
Dengan peluang ini, Unsri berpotensi menjadi salah satu perguruan tinggi yang berkontribusi langsung dalam pengelolaan sumber daya alam, selaras dengan kebutuhan industri dan pendidikan di Indonesia.[TRA]

