RELUNG.ID-Universitas Terbuka (UT) Palembang kembali menegaskan perannya sebagai kampus inklusif berbasis pembelajaran jarak jauh dengan mewisuda 982 lulusan pada Wisuda Daerah Periode I Tahun 2026.
Momentum ini menjadi bukti bahwa keterbatasan waktu, jarak, dan usia bukan lagi penghalang untuk meraih gelar akademik.
Dari total 982 wisudawan, terdiri atas 4 lulusan pascasarjana, 328 lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), 316 lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), 23 lulusan Fakultas Sains dan Teknologi (FST), serta 10 lulusan Vokasi. Para lulusan berasal dari 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan, dengan jumlah terbanyak dari Kota Palembang.
Hal tersebut disampaikan Direktur UT Palembang, Drs Tair Abunaim, MM dalam sambutannya di Hotel Santika Premier Palembang, Rabu (11/2/2026).
Naim, sapaan akrabnya, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas capaian para wisudawan.
“Gelar akademik ini adalah bentuk pengakuan atas kompetensi, ketekunan, dan kerja keras saudara sekalian. Sekaligus menjadi amanat untuk memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pada Semester Ganjil 2026, UT Palembang memiliki 41.442 mahasiswa aktif. Jumlah tersebut menempatkan UT Palembang di peringkat keempat terbanyak dari 39 UT se-Indonesia, setelah Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
Sehari sebelumnya, UT Palembang juga menggelar Seminar Wisuda Daerah yang diikuti seluruh lulusan.
“Seminar ini menjadi ruang refleksi penting agar lulusan tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga matang dalam kompetensi dan karakter,” jelasnya.
Dalam upaya meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan, UT Palembang akan menjalin kerja sama dengan Universitas Palembang, Dinas Perpustakaan Sumsel, serta Dinas Kearsipan Sumsel.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UT, Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D., menegaskan bahwa meraih gelar sarjana di UT bukanlah hal mudah. Sistem pembelajaran mandiri menuntut mahasiswa mampu membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan studi.
“Semua pengorbanan itu kini terbayar. Wisudawan UT adalah orang-orang hebat yang mampu membagi waktu untuk belajar, keluarga, dan tanggung jawab lainnya,” ungkapnya.
Tahun ini, lanjutnya, UT genap berusia 41 tahun dan terus berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui ekosistem pembelajaran digital (digital learning ecosystem).
Secara nasional, UT mencatat 763.172 mahasiswa aktif pada semester lalu dan telah meluluskan lebih dari 2 juta alumni sejak berdiri.
“UT juga telah meraih akreditasi internasional ICDE sebanyak lima kali, yaitu pada 2005, 2010, 2016, 2019, dan 2023. Pada 2024, UT memperoleh Akreditasi Perguruan Tinggi peringkat A secara nasional,” paparnya.
Sejak 2022, UT juga memproses akreditasi internasional untuk empat program studi, yakni Hukum, Akuntansi, Ekonomi Pembangunan, dan Manajemen, sejalan dengan visi menjadi perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh berkualitas dunia.
Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Provinsi Sumatera Selatan, Zulkarnain, S.E., M.M., menyebut wisuda sebagai simbol kemenangan atas disiplin dan kerja keras.
“UT tidak memandang usia, jarak, maupun latar belakang. Inilah kampus yang membuka akses pendidikan hingga ke desa-desa. Mahasiswa UT adalah pejuang tangguh,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan UT turut berkontribusi dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumatera Selatan yang kini mencapai angka 74 persen.
Pemerintah Provinsi Sumsel berharap para lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja melalui inovasi dan kewirausahaan.
“Siapkan diri dengan ilmu dan keterampilan. Jadilah tenaga kerja unggul di perusahaan maupun pemerintahan dan harumkan nama almamater serta Sumatera Selatan,” pesannya. [YSF]

