RELUNG.ID – Penggunaan paylater di Indonesia mengalami peningkatan secara tahunan.
Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya utang masyarakat Indonesia di Paylater.
Tercatat hingga Mei, utang masyarakat Indonesia di Paylater menembus Rp6,13 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawasan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK lainnya OJK, Agusman mengatakan, saat ini outstanding piutang pembiayaan perusahaan Buy Now Pal Later (BNPL) per Maret mencapai Rp6,13 triliun.
Angka tersebut meningkat 23,90 persen secara tahunan atau Year on Year (yoy).
Pertumbuhan ini diiringi dengan pinjaman bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) Gross sebesar 3,15 persen dan NPF Net sebesar 0,59 persen.
Menurutnya, total utang di Paylater akan terus bertambah di tengah meningkatnya pengguna layanan tersebut, karena lebih memudahkan masyarakat dalam berbelanja online dibandingkan dengan kredit bank.
“Kinerja dan pertumbuhan perusahaan pembiayaan BNPL diproyeksikan akan terus meningkat seiring berkembangnya teknologi yang memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi belanja secara online,” terangnya.
OJK juga mencatat pertumbuhan piutang pada perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor. Berdasarkan data OJK, piutang ini juga mengalami pertumbuhan sebesar 14,19 persen (yoy) dan 3,75 persen (ytd) pada kuartal I 2024.

