Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Bisnis»Utang Pemerintah Capai Rekor Baru pada Akhir 2024
Bisnis

Utang Pemerintah Capai Rekor Baru pada Akhir 2024

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda28/12/2024
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Tahun 2024 menjadi salah satu periode yang menantang dalam pengelolaan keuangan negara. Total utang pemerintah mencapai titik tertinggi sebesar Rp 8.680,13 triliun pada November 2024, dengan rasio utang terhadap PDB sebesar 39,20 persen.

Tren Kenaikan Utang Pemerintah

Pada Januari 2024, posisi utang tercatat Rp 8.253,09 triliun, mayoritas berasal dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 88,19 persen dari total utang.

Februari: Rp 8.319,22 triliun  (+Rp 66,13 triliun dari Januari). Maret: Penurunan tipis menjadiRp 8.262,10 triliun. Juni: Mencapai Rp 8.444,87 triliun, dengan SBN tetap mendominasi.

Fluktuasi pada Semester Kedua. Pada Juli: Rp 8.502,69 triliun. Agustus: Penurunan menjadi Rp 8.461,93 triliun. November: Rekor tertinggi Rp 8.680,13 triliun, didorong penerbitan SBN domestik dan pinjaman luar negeri.

Komponen Utang November 2024 Mengalami Kenaikan

Komponen Utang November 2024, SBN: Rp 7.648,87 triliun (88,12% dari total utang). Pinjaman luar negeri: Rp 988,38 triliun, termasuk bilateral, multilateral, dan bank komersial.

Faktor peningkatan utang yakni kebutuhan pembiayaan defisit APBN itu terjadi Pasca-pandemi, belanja pemerintah untuk pemulihan ekonomi meningkat.

Selain itu, adanya penurunan penerbitan SBN valuta asing Memengaruhi fluktuasi utang pada semester kedua dan keterbatasan ruang fiskal yang membuat beban bunga utang yang tinggi mengurangi kemampuan belanja produktif.

Kritik Ekonom terhadap Kebijakan Utang

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira menyebutkan lonjakan utang tidak lagi menjadi pengungkit ekonomi, melainkan beban fiskal. Ia menyoroti efek crowding out, di mana dana publik tersedot ke pembelian SBN sehingga menghambat pertumbuhan kredit sektor produktif.

“Beban utang yang melonjak signifikan terbukti tidak mampu mendorong ekonomi Indonesia tumbuh di atas 7 persen seperti janji Jokowi,” kata Bhima.

Tak hanya itu, Wijayanto Samirin (Universitas Paramadina) menilai kenaikan utang sudah tidak wajar dan menggambarkan kelemahan pengelolaan utang pemerintah.

“Kenaikan ini tentu saja tidak wajar, kendatipun kita memasukkan faktor COVID-19, karena kenaikan sudah mulai terjadi sebelum COVID-19 dan terus berlanjut pasca Covid berlalu. Kita sudah memasuki era debt trap,” kata Wija.

“Saya rasa, kehati-hatian dalam mengelola utang, adalah salah satu titik lemah Pemerintahan pak Jokowi,” imbuhnya.

Menurut Yusuf Rendy Manilet Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), imbal hasil tinggi dari SBN meningkatkan belanja bunga utang, mengurangi ruang fiskal untuk belanja produktif.

“Imbal hasil yang tinggi dari SBN menyebabkan belanja bunga utang meningkat signifikan, yang pada akhirnya membatasi ruang fiskal untuk belanja produktif,” jelasnya.

Tantangan pengelolaan utang untuk pemerintahan selanjutnya adalah menjaga konsolidasi fiskal dan meningkatkan produktivitas ekonomi agar utang memberikan hasil yang maksimal.[TRA]

Utang 2024 Utang pemerintah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSiap-siap, GoMate Bakal Gantikan Tugas Para Pekerja
Next Article Tren PHK Berlanjut di 2025: Ancaman Meluas ke Sektor Padat Modal
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,885 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,757 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,731 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?