RELUNG.ID – Anggota Komisi IX DPR RI sekaligus publik figur Uya Kuya angkat bicara setelah namanya ramai diperbincangkan di media sosial terkait isu yang mengaitkannya dengan kasus di Badan Gizi Nasional (BGN).
Uya mengaku terkejut karena kembali menjadi sasaran informasi yang menurutnya tidak berdasar. Ia menegaskan bahwa berbagai tudingan yang beredar tidak memiliki kaitan dengan dirinya.
“Astagfirullah, berita apa lagi ini? Baru dua bulan lalu saya diterpa hoaks soal memiliki 750 dapur MBG, padahal satu dapur pun saya tidak punya. Sekarang nama saya kembali dibawa-bawa,” ujar Uya kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).
Menurut Uya, ini bukan kali pertama dirinya menjadi korban penyebaran informasi yang tidak benar. Ia mengaku pernah mengalami dampak serius akibat hoaks yang beredar di masyarakat.
Ia menuturkan, pada tahun lalu rumahnya sempat menjadi sasaran amukan massa setelah beredarnya potongan video yang telah dimanipulasi dan disebarkan dengan narasi tertentu.
“Sampai rumah saya dijarah. Video-video lama saya dipotong dan ditambahi tulisan-tulisan yang seolah-olah menghina masyarakat, padahal saya tidak pernah mengatakan hal tersebut,” katanya.
Meski demikian, Uya mengaku berusaha menghadapi berbagai tudingan dengan sikap sabar dan menyerahkan semuanya kepada proses yang berlaku.
“Kejadian-kejadian itu membuat saya lebih ikhlas, sabar, dan tawakal menghadapi fitnah apa pun. Saya percaya Tuhan memiliki rencana terbaik untuk kami,” tuturnya.
Terkait namanya yang kembali dikaitkan dengan kasus di BGN, Uya mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Ia menilai fokus publik seharusnya tetap tertuju pada substansi kasus yang sedang ditangani aparat penegak hukum.
“Jangan sampai kasus korupsi yang sebenarnya justru kabur karena munculnya isu-isu yang menyeret nama orang-orang yang tidak berkaitan langsung dengan perkara tersebut. Hal itu hanya akan menciptakan polemik baru dan mengalihkan perhatian masyarakat dari persoalan utama,” ujarnya.
Sebagai anggota DPR RI yang bertugas di Komisi IX, Uya menegaskan bahwa hubungan dan komunikasinya dengan BGN selama ini semata-mata dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan serta menyalurkan aspirasi masyarakat.
“Saya hanya menjalankan tugas sebagai anggota DPR, yakni meneruskan aduan, aspirasi, dan usulan masyarakat kepada pimpinan BGN,” tutupnya.

