Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dosis kedua untuk hewan ternak kambing, hingga kini baru 20 persen.
Demikian diakui oleh Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) OKU, Putut Pantoyo, Senin (26/12).
“Saat ini pemberian vaksin dosis kedua untuk domba baru mencapai 20 persen dari target 4.600 sasaran,” katanya.
Dia mengatakan, saat ini pihaknya terus berupaya mengejar target vaksinasi PMK dosis kedua untuk hewan kambing. Hal yang dilakukan yaitu melakukan upaya jemput bola ke seluruh peternakan domba yang tersebar di 13 Kecamatan di Kabupaten OKU, agar seluruh kambing dan domba mendapatkna vaksin lengkap hingga akhir tahun nantinya.
“Untuk dosis pertama itu sudah 100 persen,” ujarnya.
Berbeda halnya dengan sapi dan kerbau. Saat ini untuk vaksinasi PMK kedua pada hewan tersebut sudah 100 persen dari total 1.600 ekor.
Dalam penyuntikan vaksin pihaknya menerjunkan tim satgas PMK untuk mendatangi langsung tempat-tempat peternakan hewan milik masyarakat guna disuntik obat penangkal wabah tersebut. “Sejauh ini tidak ada kendala dalam pemberian vaksin. Begitu juga persediaan dosis vaksin masih sangat mencukupi kebutuhan masyarakat yaitu tersedia sebanyak 5.000 dosis,” katanya.
Dia menjelaskan, pemberian vaksin PMK bagi ternak sapi dan domba sebagai program nasional yang di instruksikan oleh pemerintah untuk melindungi sektor peternakan dari penyakit menular dan bisa mengancam kesehatan ternak dan manusia.
Pemberian vaksin tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran PMK yang saat ini menjangkit hewan ternak di beberapa daerah di Indonesia.
“Meskipun di Kabupaten OKU belum ada hewan ternak yang terinfeksi PMK, namun upaya antisipasi perlu dilakukan sedini mungkin melalui penyuntikan vaksin tersebut,” pungkasnya.

