RELUNG.ID- Aksi dua pria yang diduga membakar lahan di Desa Belanti, Kecamatan SP Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, viral setelah terekam kamera drone. Polisi kini memburu kedua pria tersebut yang telah diketahui identitasnya.
Kapolres OKI AKBP Agung Aditya Prananta mengatakan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan setelah video dugaan pembakaran lahan itu ramai diperbincangkan di media sosial.
Tim Satreskrim Polres OKI diterjunkan ke wilayah yang diduga menjadi lokasi pembakaran untuk mengumpulkan bukti dan mencari keterangan dari masyarakat.
“Kemarin setelah berita itu viral, dari Satreskrim langsung turun ke wilayah disinyalir tempat terjadinya peristiwa pembakaran hutan,” kata Agung di Mapolres OKI, Senin (26/10/2026) siang.
Dari hasil penyelidikan di lapangan dan informasi masyarakat, polisi mengantongi identitas dua pria berinisial P dan N. Keduanya diketahui merupakan warga Desa Belanti.
Petugas juga telah mendatangi sejumlah lokasi, termasuk rumah kedua pria tersebut, rumah istri salah seorang di antaranya, serta kediaman mertuanya. Dalam proses penyelidikan, polisi turut mengamankan barang bukti berupa pakaian yang diduga digunakan saat kejadian.
“Kami sudah mengumpulkan barang bukti berupa pakaian yang digunakan,” tegas Agung.
Menurut Agung, lahan yang diduga menjadi sasaran pembakaran merupakan lahan kosong yang disewa dengan luas sekitar empat hektare. Namun, polisi belum dapat memastikan motif di balik dugaan pembakaran tersebut.
Penyidik masih mendalami apakah pembakaran dilakukan untuk kepentingan pribadi atau dilatarbelakangi alasan lain. Polisi juga masih berupaya menemukan kedua pria tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
“Ini masih kita dalami, karena kita belum dapat ininya (orangnya). Setelah orangnya dapat, baru kita ketahui,” tambahnya.
Agung mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, meskipun saat ini sejumlah wilayah mulai memasuki musim penghujan. Menurutnya, dampak karhutla dapat merugikan masyarakat luas, terutama akibat kabut asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
“Asap ini menimbulkan bencana bagi masyarakat yang tidak hanya di OKI, tapi seluruh Sumatera Selatan. Kasihan kepada orang tua maupun anak-anak, serta semua yang terhalang aktivitasnya untuk bekerja dan bersekolah,” tutupnya.[YKP]

