RELUNG.ID – Ketegangan di SMAN 1 Bukateja memanas setelah ratusan siswa menggelar aksi protes terkait kelalaian sekolah yang membuat 140 siswa terancam gagal mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Namun, alih-alih fokus pada tuntutan siswa, perhatian publik justru teralihkan ke tindakan dua oknum guru yang tertangkap kamera bergandengan tangan di tengah situasi tegang tersebut.
Dalam foto dan video yang kini viral di media sosial, pasangan guru tersebut terlihat bergandengan mesra di depan murid-murid yang sedang berorasi.
Sikap mereka dianggap tidak profesional dan memicu berbagai komentar dari warganet.
“Pak, ini suasananya lagi demo, kok malah mesra-mesraan sih?” tulis akun **@iburecehbgt**.
“Kalau suami istri sekalipun, ya tolong profesional dong. Murid-murid lagi berjuang ini,” tambah akun **@nana.curly.58**.
Beberapa komentar bahkan mempertanyakan status hubungan kedua guru tersebut, sementara lainnya menyinggung etika guru dalam lingkungan sekolah.
Insiden tersebut semakin memanaskan suasana, terutama di tengah tuntutan siswa yang merasa hak mereka untuk mengikuti SNBP telah dirampas.
Adapun aksi protes siswa dipicu oleh dugaan kelalaian sekolah dalam finalisasi data ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Hal ini membuat peluang mereka untuk bersaing di jalur prestasi perguruan tinggi lenyap, karena batas waktu finalisasi telah habis pada 4 Februari 2025.
“Usaha kami sia-sia. Kami menuntut pihak sekolah memberikan solusi, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” tegas Koordinator aksi, M. Nola Daradjatun dalam orasinya.
Meski siswa terus mendesak, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak sekolah terkait masalah tersebut maupun respons atas aksi viral dua guru yang kini menjadi sorotan. (KBP)

