RELUNG.ID – Fenomena hujan es yang terjadi di Kota Pagaralam, Sumsel membuat heboh dan viral di media sosial.
Fenomena ini pun mendapat respon dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sumatera Selatan.
Mereka mengungkap penyebab terjadinya fenomena hujan es yang terjadi di Pagaralam ini.
“Fenomena ini terjadi karena saat ini sedang terjadi transisi musim dari kemarau ke hujan,” kata Kepala BMKG Kelas I Sumsel, Wandayantolis, Kamis (24/10).
Dia mengatakan, transisi musim ini ditandai dengan pola cuaca yang berubah dengan cepat. Faktor pendorong utama berupa monsoon baratan yang masih lemah menyebabkan pembentukan hujan lebih dipengaruhi oleh faktor lokal.
Dampaknya, terbentuk hujan dengan intensitas sedang ke lebat secara tiba-tiba dan terjadi tidak merata di wilayah Sumatera Selatan.
Dia mengaku, pada fase transisi ini, hujan yang tidak merata menyebabkan ada wilayah yang menerima panas intensif sehingga mendorong sistem konvektif awal yang tumbuh vertikal.
“Puncaknya awan ini terdapat lapisan es, dan akhirnya jatuh ke tanah sebagai hujan es,” katanya.
Fenomena hujan es ini diprediksi juga akan terjadi di beberapa wilayah di Sumsel. Meski demikian, dia mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap hujan es ini karena dapat berdampak buruk.
“Hujan es ini bisa merusak properti dan menyebabkan luka pada manusia dan hewan,” pungkasnya. (EWJ)

