RELUNG.ID – Aksi pesilat membentangkan bendera Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang membentangkan bendera PSHT di Jepang kini viral di media sosial.
Aksi ini mengundang respon Ketua Umum (Ketum) PSHT Pusat Madiun, R Moerdjoko Hadi Wiyono dan akan segera melakukan penelusuran.
“Kami belum tahu video yang mana,” katanya, Kamis kemarin (26/6/2025).
Meski belum mengetahui secara pasti isi video yang beredar, Moerdjoko menegaskan bahwa aksi tersebut bukan merupakan bagian dari instruksi atau kegiatan resmi yang diarahkan oleh PSHT Pusat Madiun.
“Kita tidak pernah membentangkan (logo PSHT) di Jepang. Ini bukan kegiatan yang diarahkan dari pusat,” tegasnya.
Ia menyebut bahwa pihaknya memiliki tim khusus seperti Humas dan Lembaga Hukum yang akan dikerahkan untuk menelusuri lebih lanjut mengenai kebenaran dan konteks video tersebut. Rencananya, pengurus pusat akan segera menggelar rapat internal.
“Kami punya kepengurusan, ada humas dan lain-lain. Nanti kami akan bagi tugas. Ketua tim humas kami adalah Dansat Brimob Polda Jatim,” tambah Moerdjoko.
Sebelumnya, sebuah video berdurasi 33 detik yang diunggah akun Instagram @localpridegarage menampilkan pembentangan spanduk besar berlambang PSHT di pagar jembatan layang.
Dalam video tersebut, tampak dua pria berdiri di antara spanduk, sementara sejumlah orang lain mengenakan seragam khas pesilat berwarna hitam, lengkap dengan ikat pinggang putih, mondar-mandir di lapangan dekat tepi sungai.
Meski tidak mencantumkan lokasi spesifik atau keterangan dari perekam, banyak warganet menduga lokasi tersebut berada di Jepang. Video itu viral dalam waktu singkat, telah dikomentari lebih dari 18.000 kali dan dibagikan lebih dari 11.000 akun hingga Kamis malam.
Menanggapi ramainya reaksi masyarakat, PSHT Pusat Madiun menegaskan komitmennya untuk menjaga nama baik organisasi dan menertibkan setiap bentuk penggunaan simbol organisasi di luar negeri jika tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Kalau memang betul ada (video tersebut), kami akan telusuri, dan jika perlu akan kami klarifikasi secara resmi,” pungkas Moerdjoko. (vid)

