Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Saturday, 10 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Viral Peta Palembang Masuk Zona Merah Abu Vulkanik Anak Krakatau, BMKG Ungkap Fakta Sebenarnya
Regional

Viral Peta Palembang Masuk Zona Merah Abu Vulkanik Anak Krakatau, BMKG Ungkap Fakta Sebenarnya

alwiBy alwi07/09/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Peta sebaran abu vulkanik yang viral di media sosial. (Instagram)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Informasi yang menyebut Kota Palembang masuk zona merah abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) ramai beredar di media sosial, Senin (7/9/2026).

Informasi tersebut muncul setelah akun Instagram @oypalembang membagikan tangkapan layar peta dengan keterangan “Update Peta Zona Merah Abu Vulkanik Anak Krakatau”.

Baca juga :   Prakiraan Cuaca Hari Ini di Sumsel, Palembang Berpotensi Berawan

Peta itu mencantumkan waktu pembaruan sekitar pukul 03.30 WIB dan disebut bersumber dari SIGMET Alert melalui InaSIAM milik BMKG.

Dalam peta tersebut, Palembang terlihat berada di dalam poligon berwarna merah muda atau oranye yang juga mencakup sejumlah wilayah lain di Sumatera dan Jawa.

Menggapai hal tersebut, Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto, menegaskan warna pada peta tersebut tidak dapat langsung dimaknai sebagai tanda bahwa abu vulkanik telah terkonfirmasi mencapai Palembang.

Baca juga :   Jalintim Terendam Banjir, Arus Lalu Lintas Palembang–Jambi Macet Puluhan Kilometer

Menurutnya, peta tersebut merupakan produk analisis dan prediksi sebaran abu vulkanik yang menunjukkan adanya peluang atau indikasi abu dari aktivitas Gunung Anak Krakatau berpotensi bergerak hingga ke wilayah yang berada dalam poligon.

“Warna poligon berwarna merah muda atau orange yang melingkari wilayah Palembang itu memberi makna dari hasil analisis BMKG bahwa ada potensi atau indikasi abu vulkanik yang bersumber dari Anak Krakatau memungkinkan sampai ke wilayah Palembang,” jelas Siswanto, Senin (7/9/2026).

Siswanto mengatakan informasi tersebut juga memiliki masa berlaku tertentu, sehingga tidak bisa dipahami sebagai kondisi yang berlangsung sepanjang hari.

Baca juga :   Prakiraan Cuaca Hari Ini di Sumsel, Tiga Daerah Diminta Waspada Angin Kencang

Berdasarkan peta yang beredar, prediksi tersebut berlaku pada rentang waktu sekitar pukul 06.30 hingga 09.30 WIB. Setelah periode tersebut berakhir, bentuk maupun cakupan poligon pada peta dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer dan hasil analisis terbaru.

“Lagi-lagi itu merupakan peta prediksi sebaran abu vulkanik dari Gunung Krakatau yang memungkinkan masuk ke wilayah Palembang,” katanya.

Siswanto menegaskan, untuk memastikan apakah abu vulkanik benar-benar telah mencapai Palembang, diperlukan pengamatan langsung di lapangan. Sebab, peta tersebut pada dasarnya merupakan informasi prediktif yang salah satu kepentingan utamanya berkaitan dengan keselamatan penerbangan.

Baca juga :   Palembang Berpotensi Hujan, 13 Daerah Diminta Waspada

Menurutnya, abu vulkanik menjadi ancaman serius bagi penerbangan sehingga informasi mengenai potensi pergerakannya sangat penting. Pesawat perlu menghindari wilayah yang diperkirakan memiliki konsentrasi abu vulkanik.

“Untuk memastikan abu vulkanik benar masuk ke Palembang atau tidak harus dilakukan pengamatan secara langsung,” ujarnya.

Untuk memastikan kondisi di sekitar Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, BMKG juga telah melakukan pengamatan menggunakan metode sederhana yang dikenal sebagai paper test.

Baca juga :   Prakiraan Cuaca Hari Ini di Sumsel, Palembang Berpotensi Hujan

Pengamatan dilakukan dengan menempatkan kertas HVS yang salah satu sisinya dicetak hitam di area terbuka dan bebas dari gangguan.

Kertas tersebut kemudian diamati untuk melihat kemungkinan adanya partikel yang menempel. Jika terdapat partikel, pengamatan tidak berhenti pada pemeriksaan visual

Selanjutnya, petugas perlu memastikan karakteristik partikel tersebut, terlebih Sumatera Selatan saat ini juga tengah menghadapi persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca juga :   2.652 Jemaah Haji Sudah Terbang, Embarkasi Palembang Bersiap Layani Transit Jemaah Babel

Artinya, partikel yang ditemukan belum tentu berasal dari aktivitas vulkanik. Bisa saja partikel tersebut merupakan material dari asap atau abu karhutla.

“Kalau terlihat partikel debu itu ada indikasi, tetapi juga harus dipastikan apakah partikel itu bersumber dari abu vulkanik atau karhutla,” kata Siswanto.

Salah satu pemeriksaan awal dapat dilakukan dengan meraba partikel yang menempel pada kertas. Abu vulkanik umumnya mengandung material mineral, termasuk silika, sehingga karakter partikelnya relatif lebih kasar dibandingkan partikel dari pembakaran vegetasi.

Baca juga :   Prakiraan Cuaca Hari Ini di Sumsel, Palembang Diminta Waspada

Meski demikian, pengamatan tersebut tetap menjadi bagian dari proses identifikasi dan tidak serta-merta menjadi dasar untuk menyimpulkan sumber partikel tanpa pemeriksaan yang memadai.

Dirinya menilai persoalan utama dari informasi yang beredar bukan semata-mata pada peta yang ditampilkan, melainkan pada hilangnya konteks ketika gambar tersebut disebarluaskan.

Menurut dia, masyarakat yang hanya melihat tangkapan layar berpotensi menangkap kesimpulan berbeda, seolah-olah abu vulkanik sudah dipastikan berada di Palembang.

Baca juga :   Rumah Adat Besemah Jadi Tempat Keadilan dan Kedamaian di Pagar Alam

Padahal, informasi yang ditampilkan merupakan prediksi dengan periode waktu tertentu dan dapat berubah mengikuti dinamika atmosfer.

“Informasi yang diterima masyarakat itu sebenarnya bukan informasi abu vulkanik yang sudah sampai ke Palembang. Poligon merah muda atau orange itu hanya indikasi awal bahwa prediksinya memungkinkan sampai wilayah Palembang,” tegasnya.

Ia mengatakan, ketika tangkapan layar peta disebarkan tanpa narasi dan penjelasan mengenai periode berlakunya, informasi tersebut dapat menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.

Baca juga :   Prakiraan Cuaca di Sumsel Hari Ini, Palembang Berpotensi Hujan Deras

Terlebih, ketika peta telah berantai dan viral di media sosial, masyarakat cenderung memahami warna merah sebagai tanda wilayah yang sudah terdampak. Padahal, peta indikasi sebaran abu vulkanik dapat berubah seiring perubahan kondisi atmosfer.

“Kalau sekarang warna tersebut sudah hilang, dari link peta indikasi berubah karena faktor kondisi atmosfer,” ujarnya.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak langsung menyimpulkan kondisi berdasarkan tangkapan layar peta yang beredar di media sosial. Informasi mengenai sebaran abu vulkanik perlu dibaca bersama waktu berlaku, keterangan produk, serta hasil pengamatan aktual di lapangan. (THQ)

Abu Vulkanik BMKG Sumsel Erupsi Anak Krakatau
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleLanggar Kode Etik Berat, Dua Personel Polres Pagar Alam Dipecat
Next Article Anime Black Clover Season 2 Bakal Tayang Awal Oktober
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20264 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,865 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,739 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,713 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?