RELUNG.ID – Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman Kepala Desa Pegiringan, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, Drs. Sukandar, yang meninggal dunia pada Kamis (30/7/2026).
Ribuan warga memadati ruas jalan untuk mengantar almarhum ke tempat peristirahatan terakhir, sebuah momen yang kemudian viral di media sosial.
Video prosesi pemakaman yang diunggah akun Instagram @pemalang.update memperlihatkan lautan pelayat mengiringi jenazah Sukandar.
Unggahan tersebut menarik perhatian publik dan telah ditonton puluhan ribu kali, mencerminkan besarnya simpati masyarakat atas kepergian sosok yang dikenal dekat dengan warganya.
Kepala Seksi Pemerintahan Desa Pegiringan, Slamet, membenarkan bahwa ribuan warga hadir dalam prosesi pemakaman tersebut.
Menurutnya, pelayat tidak hanya berasal dari Desa Pegiringan, tetapi juga dari desa-desa lain yang mengenal dan menghormati almarhum.
“Betul, itu terjadi pada Kamis siang. Kami kehilangan sosok pemimpin sekaligus teladan bagi masyarakat. Yang mengantar jenazah diperkirakan lebih dari dua ribu orang,” ujar Slamet.
Sukandar meninggal dunia di rumah sakit pada usia 63 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, terutama bagi masyarakat yang selama ini merasakan langsung kepemimpinannya.
Menurut Slamet, semasa menjabat sebagai kepala desa, Sukandar dikenal sebagai pribadi sederhana, religius, dan selalu mengedepankan kebersamaan. Ia disebut tidak pernah membedakan warga berdasarkan pilihan politik maupun latar belakang.
“Beliau merangkul semua masyarakat tanpa memandang siapa pendukungnya. Setelah terpilih menjadi kepala desa, fokus beliau hanya bagaimana membangun desa dan melayani seluruh warga,” katanya.
Besarnya rasa kehilangan masyarakat juga terlihat saat pelaksanaan salat jenazah. Masjid yang menjadi lokasi salat tidak mampu menampung seluruh pelayat sehingga sebagian jamaah harus melaksanakan salat di halaman dan area sekitar masjid.
“Masjid penuh hingga meluber ke luar. Itu menjadi bukti betapa besar kecintaan masyarakat kepada beliau,” tambah Slamet.
Selain dikenal sebagai pemimpin yang merakyat, Sukandar juga dikenal taat menjalankan ibadah. Menurut rekan-rekannya, almarhum rutin menjalankan puasa sunnah setiap Senin dan Kamis.
Sebelum dipercaya memimpin Desa Pegiringan, Sukandar lebih dulu mengabdikan diri sebagai Sekretaris Desa. Pengalaman tersebut menjadi bekal saat dirinya terpilih sebagai kepala desa dan memimpin dengan pendekatan yang dekat dengan masyarakat.
Menjelang berakhirnya masa jabatan pada akhir 2026 atau awal 2027, kepercayaan masyarakat terhadap Sukandar masih sangat tinggi. Banyak warga bahkan berharap ia kembali mencalonkan diri pada pemilihan kepala desa berikutnya. (vid)

