RELUNG.ID – Sebuah video yang memperlihatkan aksi pengrusakan rumah warga di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, menjadi viral di media sosial.
Dalam narasi yang menyertainya, disebutkan bahwa aksi tersebut diduga dilakukan oknum dari organisasi masyarakat (ormas)
Hal ini langsung dibantah oleh Kapolsek Cimenyan, Kompol Deni Rusnandar, Rabu (9/7/2025).
Dia menegaskan bahwa pelaku pengrusakan merupakan seorang pria berinisial F (32) yang diduga mengalami depresi.
“Dari keterangan orang tuanya, F ini mengalami depresi sejak tiga tahun lalu. Jadi, tidak benar jika disebut dilakukan oleh ormas,” ujar Deni kepada wartawan, Rabu (9/7/2025).
Insiden ini terjadi pada pukul 06.30 WIB, ketika F melintas di depan rumah tetangganya dalam kondisi psikis yang tidak stabil.
Tanpa alasan yang jelas, ia tiba-tiba melemparkan batu ke arah jendela rumah tersebut hingga pecah.
Dalam video yang beredar, terlihat serpihan kaca berceceran di lantai dalam rumah. Beruntung, tidak ada korban luka dalam peristiwa itu.
“Kejadiannya cepat. Tidak ada korban. Hanya kerusakan pada jendela,” kata Deni.
Deni menjelaskan bahwa informasi tersebut tidak relevan dengan kejadian saat ini. Ia membenarkan bahwa F sempat menjadi anggota sebuah ormas empat tahun lalu, dan pernah terlibat dalam persoalan permintaan dana proyek pengeboran sumur di lingkungan tempat tinggalnya.
Namun sejak itu, F sudah tidak aktif di organisasi karena mengalami depresi dan telah dikeluarkan.
“Memang dulu, sekitar empat tahun lalu, F pernah aktif di ormas dan terlibat masalah minta dana proyek sumur. Tapi sekarang sudah tidak lagi. Sudah lama dikeluarkan karena kondisi kejiwaannya,” jelas Deni.
Saat ini, F telah diamankan di Polsek Cimenyan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga berencana membawa F ke tenaga medis profesional untuk mengetahui kondisi kejiwaannya secara lebih detail.
“Kami akan bawa ke dokter untuk memastikan kondisi kesehatannya,” tutup Deni.
“Kami harap masyarakat tidak terpancing informasi yang tidak akurat serta tidak menyebarkan hoaks yang dapat menyesatkan dan memperkeruh situasi,” pungkasnya. (LWM)

