RELUNG.ID — Beredar video memperlihatkan napi narapidana di Lapas Ogan Ilir, Sumsel sedang mengadakan pesta minuman keras, narkoba dan menghidupkan musik remix. Kejadian ini pun menjadi viral di media sosial (medsos).
Dalam video yang dilihat RELUNG.ID, berdurasi 16 detik tersebut, melihatkan belasan laki – laki sedang terlihat berjoget sambil mendengarkan musik remix. Ada juga dalam video tersebut napi yang sambil bermain handphone dan ada yang diduga sedang menggunakan narkoba jenis sabu.
Salah satu ruang tahanan warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Tanjung Raja, Ogan Ilir sedang pesta minuman keras, narkoba dan menghidupkan musik remix,kejadian ini viral di media sosial.
Dalam video berdurasi 16 detik tersebut, melihatkan belasan laki – laki sedang terlihat berjoget sambil mendengarkan musik remix. Ada juga dalam video tersebut WBP yang sambil bermain handphone dan ada yang diduga sedang menggunakan narkoba jenis sabu.
Terlihat para WBP sangat menikmati musik remix yang dihidupkan cukup besar suaranya itu, membuat para WBP berjoget menggoyangkan tangan dan kepalanya.
Kepala Pengamanan Lapas Tanjung Raja Ogan Ilir ,Ade Irianto membenarkan kejadian yang viral di medsos. Namun, Ade mengatakan jika kejadian tersebut sudah lama terjadi dan video itu kembali viral sekarang.
“Kejadiannya sekitar akhir Agustus 2024 lalu dan sempat naik di medsos juga waktu itu namun sudah kita tindak lanjuti,” ujarnya saat dikonfirmasi detikSumbagsel, Rabu (12/11/2024).
Menurut Ade,usai kejadian pihaknya telah melakukan razia dan menyita handphone para WBP. Untuk pelaku utama yang merekam merupakan WBP itu sendiri dan video tersebut tersebar oleh petugas.
Untuk WBP yang merekam sudah ditindak lanjuti dan diberi sanksi. Sanksi yang diberikan berupa di cabutnya bebas bersyarat dan remisi. Sedangkan untuk WBP lain yang turut serta diberi sanski mutasi kamar dan teguran.
“Dua WBP yang menjadi pelaku utama saat itu sedang hitungan hari untuk bebas bersyarat karena ada kejadian tersebut bebas bersyarat dan remisinya langsung dicabut. Sementara untuk WBP yang ikut serta sudah diberi sanksi mutasi kamar dan internal,”ujarnya.
Usai viral pihaknya langsung melakukan pemeriksaan dan razia tapi razia tidak bisa setiap hari karena keterbatasan petugas. Penghuni lapas Tanjung Raja ada 900 orang.
“Jika razia setiap hari nanti takutnya panas bisa timbul keributan,” tuturnya.
Sementara untuk petugas yang menyebarkan video tersebut yakni RB sudah di mutasi. Untuk saat ini petugas sudah di mutasi ke Rupbasan Baturaja. Dikatakan Ade, oknum petugas tersebut memang bermasalah dan sudah pernah beberapa kali di rehap seperti di Kaliandak Lampung, BNN Lido Bogor dan terakhir di rawat di RS Ernaldi Bahar Palembang.
“Sekarang sudah di mutasi ke Baturaja. Diduga dia menyebarkan kembali video tersebut karena sakit hati,”ujarnya.
Total penghuni di lapas Tanjung Raja ada 900 orang sementara jumlah petugas sedikit. Satu blok hunian ada dua orang petugas jadi sangat terbatas sekali jumlah petugas dan WBPnya.
“Kami berharap agar petugas di tambah karena jumlah penghuni sangat over kapasitas. Selain itu kalau bisa seperti kata menteri terdahulu kalau pemakai lebih baik di rehap jadi tidak di gabung dengan pengedar dan bandar,” ungkapnya.
Ade pun berharap untuk gedus Lapas juga bisa di lerluas atau di perbaiki karena sudah sangat tua untuk menampung 900 orang napi.
“Lapas Tanjung Raja ini sudah berdiri sejak 1951 jadi sudah cukup tua semoga segera di perbaiki dan petugas juga ditambah,”katanya.[AYK]

