RELUNG.ID– Seorang perempuan bernama Nyimas Laula menjadi sorotan publik setelah video yang memperlihatkan dirinya memarahi seorang pria di sebuah pusat kebugaran atau gym viral di media sosial.
Insiden tersebut memicu perdebatan karena banyak warganet menilai reaksinya berlebihan saat seorang pengunjung melintas di depan kamera yang digunakan untuk merekam aktivitasnya.
Video itu pertama kali diunggah melalui akun Threads @nyimaslaula. Dalam rekaman tersebut, Nyimas tampak sedang menjalani latihan angkat beban sambil merekam kegiatannya di area gym.
Saat bersiap melakukan angkatan beban, seorang pria yang berada di lokasi terlihat berjalan melewati area yang masuk dalam jangkauan kamera. Kejadian itu membuat Nyimas menghentikan latihannya dan meluapkan emosinya.
Dalam video yang beredar, ia terlihat membanting alat latihan sebelum memprotes pria tersebut dengan nada tinggi. Terdengar pula ucapan bernada kasar yang kemudian menjadi perhatian warganet.
Pada unggahan itu, Nyimas juga menuliskan keterangan, “Gimana rasanya lagi mau attempt 115 ada orang tol lewat. Jadi complexes kan tuh.”*
Tak lama setelah diunggah, video tersebut menyebar luas ke berbagai platform media sosial dan menuai beragam tanggapan. Sebagian warganet menilai kemarahan Nyimas tidak sebanding dengan situasi yang terjadi, mengingat gym merupakan fasilitas umum yang digunakan bersama.
Berbagai komentar pun membanjiri unggahan tersebut.
“Buka gym sendiri aja,” tulis salah seorang warganet.
“Sok cakep bener nih, merasa keren dia,” komentar pengguna lainnya.
“Kalau enggak mau ada orang yang lewat ya latihan di rumah mba, jangan di tempat umum latihannya,” tulis warganet lain.
Di sisi lain, ada pula pengguna media sosial yang menilai seseorang yang sedang melakukan angkatan beban berat memang membutuhkan konsentrasi penuh. Namun, sebagian besar komentar tetap menyoroti cara Nyimas menyampaikan protes yang dinilai tidak pantas.
Hingga kini, potongan video tersebut masih ramai diperbincangkan di media sosial. Belum ada klarifikasi maupun penjelasan lebih lanjut dari Nyimas Laula ataupun pihak lain yang terlibat mengenai kronologi lengkap kejadian tersebut.[YKP]

