“Saat ini yang bisa kami lakukan untuk mengantisipasti yaitu dengan menyuntikkan vaksin yang mereka beli seharga Rpp550 ribu untuk 14 botol jenis vaksin,” ujarnya.
Setelah disuntikan, nafas kerbau sudah agak membaik,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan OKI, Hewan Sadi Purwanto menjelaskan, virus ngorok ini menyerang sistem pernapasan secara akut sehingga menyebabkan pendarahan.
“Kerbau yang menderita akan mengalami kesulitan bernapas sehingga terdengar ngorok yang sangat jelas terutama di malam hari,” katanya
Saat ini, pihak Disbunnak OKI telah menyiapkan vaksin sebanyak 1.200 dosis untuk kerbau yang masih sehat agar virus tersebut tidak meluas lagi.
“Tim UPTD Puskeswan Pampangan telah melakukan pengobatan massal pada hewan yang sakit dan memberikan vaksinasi kepada 450 ekor kerbau di kecamatan Pampangan, Pangkalan Lampam dan Air Sugihan agar penyebaran virus SE tidak meluas,” pungkasnya.

