RELUNG.ID – Virus Septicaemia Epizootica (SE) atau virus ngorok mengancam hewan ternak di Ogan Komering Ilir (OKI).
Sejak dua pekan terakhir ratusan sapi di OKI mati mendadak diduga akibat virus tersebut.
Hal ini diakui oleh salah satu peternak kerbau di Desa Kuro, Kecamatan Pampangan, M Ali Hanafiah, Rabu (17/4).
Dia mengatakan, sebanyak tiga dari 15 ekor kerbau miliknya mati mendadak akibat diserang virus ngorok tersebut. Dia mengaku kerugian yang dialaminya yaitu hampir mencapai Rp50 juta.
“Beruntung dua kerbau sempat dipotong. Sedangkan, satu kerbau lagi mati di dalam kandang,” katanya.
Menurutnya, kerbau yang sudah terindikasi terserang virus ngorok ini harus segera disembelih. Karena, penyebaran virus tersebut lebih cepat dibandingkan virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang biasa menyerang hewan ternak. Bahkan, penyebaran virus ngorok ini hanya dalam hitungan jam.
“Kalau virus PMK sendiri, itu sudah dapat diantisipasi dengan vaksinasi,” terangnya.
Kerbau yang dipotong ini dapat dikonsumsi dan juga dijual ke pangkalan. Hanya saja, harganya akan turun.
Biasanya untuk harga jual kerbau di pasaran biasanya kisaran Rp17 juta per ekor. Namun, jika terindikasi virus ngorok maka kerbau hanya dibanderol di bawah Rp4 juta per ekor. Setelah dipotong hanya dibanderol Rp1,5 juta
Menurutnya harga ini dikarenakan pemintanya juga berkurang. Terlebih lagi, pedagang lebih para pedagang lebih menjual daging dari luar.

