RELUNG.ID – Produsen smartphone asal Tiongkok, Vivo, dilaporkan telah mengajukan paten untuk desain ponsel pintar dengan layar yang dapat digulung secara vertikal.
Konsep ini menghadirkan pendekatan berbeda dibandingkan perangkat layar gulung yang pernah diperlihatkan sebelumnya di industri smartphone.
Pada sebagian besar konsep ponsel layar gulung yang pernah diperkenalkan, layar biasanya memanjang ke samping sehingga membuat perangkat menjadi lebih lebar saat diperluas.
Namun dalam paten terbaru ini, Vivo justru mengusulkan mekanisme yang membuat layar bertambah panjang ke arah atas atau bawah, bukan melebar.
Dengan desain tersebut, layar ponsel dapat diperpanjang secara vertikal sehingga menghasilkan tampilan yang lebih tinggi dibandingkan smartphone pada umumnya.
Konsep ini berpotensi memberikan ruang tampilan tambahan tanpa mengubah lebar perangkat secara signifikan.
Meski demikian, hingga saat ini teknologi smartphone dengan layar gulung masih belum benar-benar hadir di pasar komersial.
Beberapa produsen sebelumnya hanya menampilkan konsep atau prototipe, sementara produk yang benar-benar dirilis secara massal belum tersedia.
Di sisi lain, teknologi layar gulung telah mulai digunakan pada perangkat lain seperti laptop. Misalnya, Lenovo melalui produknya Lenovo ThinkBook Plus Gen 6 Rollable yang menampilkan layar yang dapat diperluas secara vertikal.
Meski ide layar yang lebih tinggi menarik secara teknis, belum jelas manfaat praktisnya bagi pengguna. Sebagian besar aplikasi saat ini sudah dioptimalkan untuk rasio layar yang tinggi pada smartphone modern, sehingga penambahan tinggi layar mungkin tidak selalu memberikan perbedaan signifikan dalam penggunaan sehari-hari.
Selain itu, perlu dicatat bahwa pengajuan paten tidak selalu berarti teknologi tersebut akan diwujudkan menjadi produk nyata.
Banyak perusahaan teknologi mendaftarkan paten sebagai bentuk eksplorasi ide atau perlindungan inovasi, namun tidak semuanya berakhir sebagai perangkat komersial.
Karena itu, konsep ponsel layar gulung vertikal dari Vivo masih berada pada tahap dokumen paten dan belum dipastikan apakah akan dikembangkan menjadi prototipe maupun produk yang benar-benar dirilis ke pasar. (LWM)

