RELUNG.ID – Produsen smartphone asal Tiongkok, vivo dan iQOO, mengumumkan rencana kenaikan harga untuk sejumlah model ponsel mereka.
Kebijakan tersebut akan mulai berlaku pada 18 Maret 2026 pukul 10.00 waktu setempat di pasar Tiongkok.
Dalam pernyataan resmi bersama, kedua perusahaan menyebutkan bahwa penyesuaian harga akan diterapkan pada “model tertentu”, meskipun belum diungkapkan secara rinci perangkat mana saja yang terdampak.
Langkah ini mengikuti jejak beberapa produsen lain seperti Oppo dan OnePlus, yang lebih dahulu melakukan penyesuaian harga pada produk mereka.
Kenaikan harga ini didorong oleh meningkatnya biaya komponen, khususnya memori dan semikonduktor. Kedua faktor tersebut memang telah lama diprediksi akan memberi tekanan pada industri smartphone secara global.
Para analis industri sebelumnya juga telah memperingatkan potensi kenaikan harga perangkat elektronik akibat lonjakan permintaan dan keterbatasan pasokan.
Selain itu, perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) turut memperbesar kebutuhan chip, sehingga memperketat persaingan di rantai pasok.
Tidak hanya itu, ancaman terhadap pasokan helium komponen penting dalam proses produksi semikonduktor—diperkirakan dapat memperburuk kondisi dan semakin mendorong kenaikan biaya produksi.
Meskipun pengumuman ini saat ini hanya berlaku untuk pasar Tiongkok, bukan tidak mungkin dampaknya akan meluas ke pasar global dalam waktu dekat. (LWM)

