RELUNG.ID- Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho menyoroti tingginya angka kecelakaan lalu lintas pada hari keempat pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026.
Berdasarkan laporan harian Polda Sumatera Selatan pada Senin (16/3/2026), tercatat sebanyak 17 kasus kecelakaan di berbagai jalur mudik di wilayah Sumsel.
Dari jumlah tersebut, tiga orang meninggal dunia, tujuh orang mengalami luka berat, dan 18 orang luka ringan. Total kerugian material diperkirakan mencapai Rp579.500.000.
Kapolda menegaskan bahwa meningkatnya kasus kecelakaan selama musim mudik Lebaran 2026 menjadi perhatian serius seluruh jajaran kepolisian yang terlibat dalam pengamanan arus mudik.
“Setiap kejadian kecelakaan harus menjadi bahan evaluasi bersama. Saya meminta seluruh Kapolres dan satgas meningkatkan patroli di jalur rawan kecelakaan serta memastikan pengamanan jalur mudik berjalan maksimal,” tegasnya.
Selain peningkatan patroli, Kapolda juga memberi perhatian khusus terhadap pergerakan kendaraan besar bersumbu tiga atau lebih yang berpotensi mengganggu kelancaran arus mudik di jalur utama Sumatera Selatan.
Menurutnya, kendaraan angkutan barang berskala besar wajib mematuhi kebijakan pembatasan operasional yang telah ditetapkan selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran.
“Kendaraan besar seperti truk bersumbu tiga harus mematuhi aturan pembatasan operasional yang berlaku. Kebijakan ini bertujuan menjaga keselamatan pemudik serta mencegah kemacetan dan kecelakaan di jalur utama,” ujarnya.
Operasi Ketupat Musi 2026 merupakan bagian dari operasi kepolisian terpusat dalam rangka pengamanan arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah.
Dalam laporan tersebut, seluruh satuan tugas operasi tercatat telah melaksanakan 822 kegiatan melalui sistem Early Warning System (EWS) serta 2.972 kegiatan preemtif dan preventif di lapangan. Kegiatan tersebut meliputi patroli lalu lintas, pengaturan arus kendaraan, pengamanan simpul transportasi, hingga edukasi keselamatan berkendara kepada masyarakat.
Selain itu, data transportasi menunjukkan adanya peningkatan mobilitas masyarakat yang signifikan pada hari keempat operasi. Tercatat sebanyak 5.064 penumpang melalui terminal, 4.360 penumpang melalui stasiun kereta api, 37.334 penumpang melalui jalur penyeberangan, serta 24.717 penumpang melalui bandara di wilayah Sumatera Selatan.
Sementara itu, lima ruas jalan tol di Sumatera Selatan juga mencatat pergerakan kendaraan yang cukup tinggi selama periode arus mudik.
Melihat kondisi tersebut, Kapolda mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan mudik agar selalu mengutamakan keselamatan selama berkendara.
“Pastikan kondisi tubuh pengemudi dalam keadaan prima, kendaraan laik jalan, serta jangan memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah. Manfaatkan rest area apabila membutuhkan istirahat,” katanya.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menambahkan, keterbukaan data harian merupakan bagian dari komitmen Polda Sumsel dalam menjalankan Operasi Ketupat Musi 2026 secara transparan dan akuntabel.
“Polda Sumsel menyampaikan data operasi secara terbuka sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat sekaligus sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pengamanan pada hari-hari berikutnya,” ujarnya.
Polda Sumsel menegaskan pengamanan jalur mudik akan terus diperkuat melalui patroli intensif, pengawasan kendaraan besar, serta koordinasi lintas instansi hingga berakhirnya Operasi Ketupat Musi 2026.[FZP]

