RELUNG.ID – Produsen mobil listrik asal Tiongkok, XPeng, resmi memperkenalkan VLA 2.0, generasi terbaru dari sistem swakemudi bertenaga kecerdasan buatan (AI) yang disebut sebagai “sistem operasi dunia AI fisik.”
Teknologi ini diklaim mampu menghadirkan perubahan besar dalam cara kendaraan otonom beroperasi.
Sebagai bukti keunggulan sistem tersebut, Volkswagen (VW) diumumkan menjadi pelanggan pertama yang akan mengadopsi VLA 2.0 untuk kendaraan masa depannya.
Langkah ini menandai keputusan VW untuk meninggalkan pengembangan sistem swakemudi internalnya dan beralih menggunakan teknologi XPeng.
Selain itu, VW juga akan memanfaatkan chip AI Turing milik XPeng untuk mendukung performa sistem tersebut.
VLA 2.0 menghadirkan pendekatan baru terhadap kecerdasan buatan dengan menggantikan bahasa sebagai komponen utama model multimoda, sehingga mampu menghasilkan tindakan fisik langsung dari persepsi lingkungan.
Sistem ini tidak hanya memahami dunia fisik, tetapi juga mampu belajar dan berevolusi dari pengalaman serta meningkatkan kemampuan penalaran interaksi secara mandiri.
Untuk melatih model ini, XPeng menggunakan 100 juta klip mengemudi nyata, setara dengan sekitar 65.000 tahun pengalaman berkendara manusia. Model VLA 2.0 kemudian menciptakan skenario tambahan untuk meningkatkan ketepatan dan keamanan dalam berbagai kondisi jalan.
Model VLA 2.0 Ultra menawarkan kapasitas komputasi 2.250 TOPS (triliun operasi per detik) jauh melampaui kemampuan prosesor Apple M4 Max yang memiliki 38 TOPS.
Dengan daya komputasi sebesar itu, sistem ini menjanjikan peningkatan 13 kali lipat dalam kemampuan mengemudi otonom di jalan sempit, serta mampu merespons lampu lalu lintas secara proaktif dan mengenali gestur tangan manusia.
XPeng berencana memulai uji coba VLA 2.0 pada Desember 2025, sebelum secara resmi meluncurkan sistem ini ke lini kendaraan Ultra pada kuartal pertama 2026. (LWM)

