Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Saturday, 10 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Harga Emas dan Harga Telur Ayam Jadi Pemicu Inflasi di Sumsel
Regional

Harga Emas dan Harga Telur Ayam Jadi Pemicu Inflasi di Sumsel

alwiBy alwi07/11/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Suasana pada saat nasabah membeli emas batangan di galeri24 Palembang. (Relung/CKM)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel mencatat inflasi sepanjang Oktober yakni sebesar 0,13 persen secara Month to Month (mtm).

Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya yakni 0,27 persen mtm.

Baca juga :   Gandeng BNNP Sumsel, PT MSA Tes Narkoba Seluruh Karyawan

Sedangkan, berdasarkan tahunan. Inflasi di Sumsel mengalami peningkatan yakni sebesar 3,49 persen (yoy) yang sebelumnya 3,44 persen (yoy). Meski demikian, angka tersebut sejakan dengan tren nasional yang juga mengalami kenaikan menjadi 2,86 persen (yoy) dari 2,65 persen (yoy).

Dikutip dari data BPS, inflasi ini didorong dari peningkatan harga sejumlah komoditas strategis, diantaranya yaitu emas perhiasan dan telur ayam ras.

Kenaikan harga emas perhiasan masih dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi global di tengah tingginya permintaan masyarakat terhadap emas sebagai aset lindung nilai (safe haven asset).

Baca juga :   Tingginya Peredaran Uang Jelang Idul Fitri, BI Bersama Kominfo Berantas Peredaran Uang Palsu di Medsos

Sementara itu, kenaikan harga telur dan daging ayam ras didorong oleh meningkatnya biaya produksi. Tekanan tambahan juga muncul pada komoditas hortikultura, seperti wortel dan ketimun, akibat gangguan pasokan dari sentra produksi yang terdampak curah hujan tinggi sepanjang bulan laporan.

Ke depan, diperkirakan masih terdapat tekanan inflasi yang berasal dari meningkatnya konsumsi masyarakat, utamanya mendekati HBKN Natal dan Tahun Baru 2026.

Tekanan juga berpotensi berasal dari komoditas volatile food, mengingat periode musim tanam padi dan hortikultura bertepatan dengan musim hujan yang dapat memengaruhi produktivitas.

Baca juga :   Pemkot Dorong Potensi Ekonomi Lokal Atasi Kenaikan Inflasi Palembang

Di sisi lain, harga emas perhiasan diperkirakan tetap tinggi akibat ketidakpastian global dan pelemahan nilai tukar yang turut menekan inflasi inti.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumsel, Bambang Pramono mengatakan, untuk menekan inflasi ini perlu dilakukan operasi pasar dan gerakan pangan murah, koordinasi intensif dengan Perum Bulog terkait pendistribusian beras SPHP, serta penyaluran komoditas terjangkau melalui Toko KePo (Kebutuhan Pokok), RPK (Rumah Pangan Kita), dan Toko Penyeimbang milik Perumda Pasar Palembang Jaya.

“TPID juga secara rutin melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar, distributor, dan produsen untuk memastikan harga sesuai HET serta stok tersedia mencukupi,” katanya.

Baca juga :   Minim Pengawasan Pusat, Pelanggaran Tambang di Sumsel Tak Terkontrol

Untuk menjamin kelancaran distribusi komoditas di Sumsel, TPID Sumsel juga telah melaksanakan penandatanganan MoU dan PKS Kerjasama Antar Daerah antara Provinsi pada 22 Oktober 2025.

Kerja sama tersebut langsung direalisasikan dengan pengiriman 14 ton bawang merah dari Kabupaten Solok ke Kota Palembang, yang menjadi langkah konkret dalam menjaga kelancaran distribusi di Sumatera Selatan.

“Kedepan Bank Indonesia bersama dengan pemerintah daerah sudah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menjaga stabilitas harga serta ketahanan pangan di wilayah Sumsel,” pungkasnya. (CKM)

Bank Indonesia Emas perhiasan Inflasi TPID Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleGTA VI Kembali Ditunda, Dijadwalkan Rilis November 2026
Next Article Volkswagen Jadi Pelanggan Pertama Sistem Self-Driving VLA 2.0 XPeng
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20264 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,855 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,729 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,702 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?