RELUNG.ID – Volkswagen (VW) mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran terhadap 35.000 karyawannya di Jerman. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan pesat di industri otomotif global.
Dalam pernyataannya, VW menyebutkan langkah ini bertujuan memangkas biaya tenaga kerja hingga 1,5 miliar euro (setara dengan 1,5 miliar dolar AS) per tahun.
Selain itu, perusahaan juga akan mengurangi kapasitas produksi di Jerman sebanyak 734.000 unit guna menyesuaikan dengan permintaan pasar. Dalam jangka menengah, VW menargetkan penghematan lebih dari 15 miliar euro (15,6 miliar dolar AS) per tahun.
PHK ini merupakan konsekuensi dari keputusan VW untuk mengalihkan fokus produksi ke kendaraan listrik, sekaligus menghentikan produksi kendaraan konvensional berbahan bakar fosil.
Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi perusahaan dan menyesuaikan dengan tren global menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan.
“Perjanjian ini merupakan sinyal penting bagi kelangsungan masa depan merek Volkswagen, Kendaraan Komersial Volkswagen, dan pabrik komponen. Dengan paket tindakan yang telah disetujui, perusahaan telah menetapkan arah yang menentukan bagi masa depannya dalam hal biaya, kapasitas, dan struktur. Kami sekarang kembali berada dalam posisi untuk membentuk takdir kami sendiri dengan sukses,” ujar CEO Volkswagen Group, Oliver Blume.
Langkah ini menandai transformasi besar dalam strategi bisnis Volkswagen, seiring dengan meningkatnya persaingan di sektor kendaraan listrik dan komitmen terhadap target netralitas karbon dalam waktu dekat.[TRA]

