Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Wabah Penyakit Ngorok di Lahat: Puluhan Kerbau dan Sapi Mati Mendadak, Peternak Minta Tindakan Cepat
Regional

Wabah Penyakit Ngorok di Lahat: Puluhan Kerbau dan Sapi Mati Mendadak, Peternak Minta Tindakan Cepat

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda29/04/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Salah satu kerbau warga Merapi Selatan yang terserang penyakit ngorok. Foto : Istimewa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Puluhan ternak kerbau di Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat, dilaporkan mati mendadak dalam dua bulan terakhir akibat wabah penyakit Septicemia Epizootica (SE) atau yang dikenal sebagai penyakit “ngorok.” Diperkirakan sekitar 40-50 ekor kerbau mati, belum termasuk sapi yang terpaksa disembelih karena menunjukkan gejala serupa.

Tokoh masyarakat Merapi Selatan, Andi Sucitera, mengungkapkan bahwa kematian ternak terjadi di berbagai lokasi karena kebanyakan kerbau diliarkan.

“Ada yang mati di kubangan, kebun, hutan, bahkan aliran sungai,” katanya, Senin (28/4/2025).

Andi meminta pemerintah dan dinas terkait segera menangani wabah ini secara serius.

“Jika lamban, seluruh ternak kerbau dan sapi warga bisa habis. Kami berharap tindakan pengobatan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial,” tegasnya.

Salah satu peternak, Febri, mengaku sudah kehilangan tujuh ekor kerbau yang mati mendadak. Lima ekor lainnya disembelih, sementara dua ekor terpaksa dijual murah.

“Gejalanya diawali dengan hidung berlendir, lalu dalam waktu sekitar 4 jam kerbau kejang-kejang dan mati,” jelas Febri.

Kendala utama peternak adalah biaya tinggi untuk menangkap dan mengandangkan ternak mereka, yang bisa mencapai Rp1 juta per ekor. Namun, mereka siap bekerja sama jika pemerintah menetapkan jadwal pengobatan.

Kabid Peternakan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kabupaten Lahat, Adi Sulistiyono, membenarkan bahwa kematian ternak disebabkan oleh SE.

“Kami sudah dua kali ke lokasi untuk mengobati ternak yang sakit dan memberikan vitamin pada ternak sehat,” ujarnya.

Namun, ia menekankan bahwa banyaknya ternak yang diliarkan menjadi tantangan besar dalam penanganan wabah ini.

“Kami berharap peternak, pemerintah desa, dan kecamatan bekerja sama dengan mengandangkan hewan ternak saat jadwal pengobatan,” tambahnya.

Adi juga mengimbau agar peternak tidak menjual hewan yang terindikasi sakit untuk mencegah penyebaran penyakit ke wilayah lain.

“Meski penyakit ini tidak menular ke manusia, namun dapat menyerang sapi dan kambing,” pungkasnya.[THQ]

Kerbau Lahat Penyakit ngorok
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBanyak Masalah Perkebunan, DPRD Sumsel Usulkan Bentuk Pansus Khusus
Next Article Novel Roll Over And Die Bakal Diadaptasi Jadi Anime TV
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20266 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,893 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,766 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,738 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?