RELUNG.ID – Keluarga besar Pengadilan Negeri (PN) Palembang tengah berduka setelah salah satu hakim senior mereka, Raden Zaenal Arief, ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Dwikora, Palembang, Rabu pagi (12/11). Kepergian Zaenal yang dikenal sebagai hakim rendah hati dan disiplin ini meninggalkan cerita sunyi tentang pengabdian yang nyaris tanpa keluhan.
Plt Kabiro Hukum dan Humas Mahkamah Agung, Sobandi, menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan medis, almarhum meninggal akibat serangan jantung yang diperparah kondisi diabetes.
“Menurut surat dari rumah sakit, penyebab meninggal adalah jantung dan diabetes. Beliau memang sudah lama mengidap penyakit tersebut dan rutin melakukan kontrol,” ujarnya, Senin (17/11).
Namun, hari itu tak ada tanda apa pun. Bahkan Zaenal, seperti kebiasaan setiap pagi, sempat berolahraga sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa.
Kematian hakim yang juga menjabat juru bicara PN Palembang itu pertama kali terungkap setelah petugas keamanan kos merasa janggal karena Zaenal tak terlihat keluar kamar seperti biasanya. Ketukan pintu yang tak dibalas memicu kekhawatiran. Bersama penghuni lain, mereka membuka pintu kamar dan mendapati sang hakim dalam keadaan meninggal dunia.
“Tidak ada respons dari dalam. Saat pintu akhirnya dibuka, almarhum sudah tidak bernyawa,” ujar perwakilan PN Palembang.
Kamar kos sederhana tempat Zaenal tinggal selama bertugas di Palembang menjadi saksi betapa ia memilih hidup apa adanya, meski menyandang jabatan penting di dunia peradilan.
Ketua PN Palembang Kelas IA Khusus, I Nyoman Wiguna, mengungkapkan kehilangan besar atas wafatnya Zaenal. Ia menyebut almarhum sebagai sosok berintegritas tinggi yang menjadi panutan generasi muda.
“Kami kehilangan sosok luar biasa. Beliau adalah hakim profesional, pembimbing, sekaligus sahabat. Integritasnya tak tergantikan,” ujar Nyoman.
Rekan-rekan kerja pun mengenang bahwa beberapa waktu terakhir Zaenal sempat mengeluh nyeri dada. Namun, seperti biasa, ia hadir di kantor, memimpin apel, memeriksa berkas, dan menyelesaikan tugas tanpa menunjukkan kondisi sebenarnya. Dedikasinya justru membuat banyak orang tak menyadari bahwa ia sedang berjuang melawan penyakit.
Di balik sosok pekerja keras itu, Zaenal adalah kepala keluarga bagi istri dan dua anaknya yang tinggal di Bandung. Jauhnya keluarga membuat kepergiannya terasa semakin menyayat hati rekan-rekan di Palembang yang selama ini menjadi lingkar terdekatnya.[THQ]

