RELUNG.ID – Upaya Pemerintah Kota Palembang memastikan keamanan pangan dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menghadapi tantangan besar. Hingga pertengahan November 2025, hanya 50 dari 124 dapur MBG yang mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), atau baru sekitar 40 persen. Padahal setiap dapur dituntut mendistribusikan ribuan paket makanan setiap hari ke sekolah-sekolah.
Kepala Dinas Kesehatan Palembang, Fenty Aprina, menjelaskan bahwa sebagian besar dapur pengolah masih terkendala persyaratan teknis yang wajib dipenuhi sebelum sertifikat diterbitkan. “Kami menunggu pelengkap SPPG lainnya untuk memenuhi standar yang ditetapkan,” ujarnya, Minggu (16/11/2025).
Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya mewajibkan seluruh dapur MBG memiliki SLHS sebagai syarat utama kelayakan produksi. Persyaratan yang harus dipenuhi bukan sekadar kebersihan dasar, tetapi juga spesifikasi ruang dan kelayakan fasilitas. Salah satunya adalah aturan luas minimal dapur, yaitu 20 x 20 meter—ketentuan yang dianggap cukup berat bagi sebagian pengelola.
Selain itu, dapur MBG wajib memiliki sertifikat penjamah makanan, hasil pemeriksaan kualitas air, uji laboratorium peralatan dapur, hingga pengecekan omprengan untuk pengiriman makanan.
“Semua parameter tersebut harus aman sebelum dapur dinyatakan layak,” tambah Fenty.
Tantangan ini kontras dengan beban operasional. Setiap dapur MBG ditugaskan menyalurkan setidaknya 3.000 paket makanan per hari. Ini membuat kebutuhan jaminan keamanan pangan semakin krusial, di tengah kekhawatiran publik mengenai kasus keracunan makanan yang beberapa kali terjadi di daerah lain.
Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam, memastikan Satgas MBG yang dipimpin Sekda Aprizal Hasyim tetap melakukan monitoring ketat. Menurutnya, pengawasan dilakukan tidak hanya pada distribusi, tetapi juga pada kecocokan menu dengan kebutuhan gizi anak sekolah.
“Teknis pembagian telah sesuai ketentuan. Kami juga awasi kualitas dan volume makanannya,” ujarnya.
Pemkot berharap seluruh dapur dapat memenuhi standar SLHS secara bertahap. Dengan ribuan anak bergantung pada pasokan makanan harian dari program MBG, peningkatan kualitas dapur menjadi poin mendesak yang tak bisa ditunda.[THQ]

