RELUNG.ID – Rubella, atau yang biasa dikenal dengan campak Jerman, adalah suatu infeksi virus yang menyebar melalui udara dan ditandai dengan ruam merah dan bercak putih pada kulit.
Infeksi ini umumnya tidak serius, tetapi dapat berbahaya bagi ibu hamil dan bayi yang belum lahir. Oleh karena itu, penanganan rubella perlu dilakukan dengan cepat dan tepat.
Baca Juga: Waspada Penyakit Campak Jerman atau Rubella, Ancaman bagi Janin dan Ibu Hamil
Berikut adalah beberapa cara penanganan rubella yang dapat dilakukan:
1. Vaksinasi
Vaksinasi adalah cara terbaik untuk mencegah infeksi rubella. Vaksin rubella biasanya diberikan bersama dengan vaksin campak dan gondok pada anak-anak. Vaksin ini juga diberikan pada orang dewasa yang belum pernah menerima vaksinasi sebelumnya atau belum pernah terinfeksi rubella.
2. Perawatan medis
Jika seseorang terinfeksi rubella, dokter dapat memberikan perawatan medis untuk mengurangi gejala dan mencegah komplikasi. Obat antiinflamasi nonsteroid seperti aspirin atau ibuprofen dapat membantu mengurangi demam dan nyeri.
Baca Juga: Sumsel Dapat Jatah 26 Ribu Dosis Vaksin Pfizer untuk Booster Kedua
Sementara itu, acetaminophen dapat membantu mengurangi demam dan sakit kepala. Tetapi, aspirin tidak boleh diberikan pada anak-anak atau remaja karena dapat menyebabkan sindrom Reye.
3. Karantina
Orang yang terinfeksi rubella harus dikarantina selama beberapa hari untuk mencegah penyebaran virus ke orang lain. Karantina ini biasanya berlangsung selama 7-10 hari setelah munculnya ruam.
4. Perawatan khusus pada ibu hamil
Jika seorang wanita hamil terinfeksi rubella, dokter dapat memberikan perawatan khusus untuk mengurangi risiko komplikasi pada janin.
Wanita hamil yang terinfeksi rubella dalam 16 minggu pertama kehamilan dapat mengalami keguguran, kelainan jantung pada bayi, atau kelainan mata dan telinga. Oleh karena itu, perawatan khusus pada ibu hamil yang terinfeksi rubella sangat penting.
5. Pencegahan penyebaran
Untuk mencegah penyebaran virus rubella, seseorang harus menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitarnya. Menjaga jarak dari orang yang terinfeksi rubella, mencuci tangan secara teratur, dan menutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk dapat membantu mencegah penyebaran virus.
Baca Juga: Ajukan Rp30 Miliar untuk Pemeriksaan Kesehatan PPK dan PPS Pilkada 2024
Dari artikel diatas, penanganan pasien yang terkena penyakit rubella meliputi vaksinasi, perawatan medis, karantina, perawatan khusus pada ibu hamil, dan pencegahan penyebaran.
Adanya program vaksinasi yang diberikan pada anak-anak dan orang dewasa, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar dapat membantu mengurangi penyebaran virus rubella dan mencegah komplikasi serius pada ibu hamil dan bayi yang belum lahir.

