RELUNG.ID – Indeks saham utama di Wall Street menutup perdagangan Senin (27/1) dengan pergerakan yang variatif. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) menguat 291,54 poin atau 0,67 persen menjadi 44.715,79. Namun, dua indeks utama lainnya, S&P 500 dan Nasdaq Composite, mengalami tekanan berat. S&P 500 anjlok 87,85 poin atau 1,44 persen ke posisi 6.013,39, sementara Nasdaq merosot tajam 607,47 poin atau 3,04 persen menjadi 19.346,83.
Penurunan signifikan di Nasdaq dan S&P 500 dipicu oleh anjloknya saham Nvidia (NVDA.O), setelah munculnya kompetitor baru dari China, DeepSeek, yang mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan efisiensi tinggi. DeepSeek meluncurkan asisten AI gratis yang menggunakan chip lebih murah dan membutuhkan lebih sedikit data, menimbulkan kekhawatiran atas ekspektasi investor terhadap dominasi teknologi AI di sektor semikonduktor dan pusat data.
DeepSeek tidak hanya mengguncang pasar semikonduktor, tetapi juga telah melampaui ChatGPT, asisten AI populer dari Amerika Serikat, dalam jumlah unduhan di Apple App Store. Keberhasilan ini memunculkan keraguan tentang potensi pertumbuhan permintaan chip dan infrastruktur data di masa depan.
Akibatnya, saham Nvidia merosot tajam, diikuti dengan penurunan di sektor semikonduktor secara keseluruhan. Indeks saham semikonduktor (.SOX) mencatat penurunan harian terbesar sejak Maret 2020. Saham Microsoft (MSFT.O) dan Alphabet (GOOGL.O) sebagai pemain besar di industri AI juga ikut melemah, sementara saham pembuat server AI seperti Dell Technologies (DELL.N) dan operator pusat data seperti Digital Realty (DLR.N) anjlok signifikan.
“Hari ini merupakan pukulan berat bagi saham-saham teknologi, tetapi saya rasa ini bukanlah akhir. Beberapa hari ke depan akan menjadi kunci untuk menentukan arah pasar,” ujar Kim Forrest, Kepala Investasi di Bokeh Capital Partners.
Di tengah tekanan terhadap sektor teknologi, fokus investor minggu ini akan tertuju pada laporan keuangan perusahaan-perusahaan besar seperti Microsoft, yang diharapkan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi pasar.
Meski beberapa sektor mengalami penurunan, penguatan di Dow Jones menunjukkan bahwa tidak semua segmen pasar terpengaruh. Namun, volatilitas akibat persaingan di sektor teknologi dan AI diperkirakan masih akan membayangi pergerakan pasar dalam beberapa waktu ke depan. [TRA]

