RELUNG.ID — Kementerian Agama berencana melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai petugas haji pada tahun 2025.
Wakil Menteri Agama, Muhammad Syafi’i menyebutkan TNI diharapkan dapat membantu jemaah haji di tanah suci. Ide melibatkan TNI ini merupakan usulannya sendiri, bukan dari Presiden.
“Ini bukan dari Pak Presiden, tapi dari saya sendiri ya, karena pengalaman haji tahun lalu yang kurang maksimal,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa petugas haji pada tahun 2024 cenderung kurang memahami tugas pokok dan fungsi mereka.
“Saya sendiri menjadi saksi bahwa mereka tidak bekerja secara maksimal di tanah suci,” katanya.
Usulan pelibatan TNI ini telah diajukan ke DPR RI dan Menteri Agama. Rencananya, TNI yang terlibat akan memiliki pangkat prajurit ke bawah agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik.
“Dengan keterlibatan TNI yang sudah terbiasa bekerja dengan Standar Operasional (SOP), diharapkan mereka lebih maksimal dalam melayani jemaah,” tambahnya.
Jumlah personel TNI yang akan dilibatkan masih dalam pembahasan.
“Kemarin kita usulkan agar personel TNI mengisi sekitar 50 hingga 60 persen dari total petugas haji,” jelas Muhammad Syafi’i.
Tugas prajurit TNI nantinya akan sama seperti petugas haji pada umumnya, namun diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal.[AYK]

