RELUNG.ID- Aksi demonstrasi menolak aktivitas tambang emas ilegal di Desa Sukomoro, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, berlangsung ricuh pada Jumat (11/7/2025).
Hingga pukul 16.00 WIB, situasi di lokasi masih memanas. Massa memblokir akses jalan desa sebagai bentuk protes terhadap aktivitas tambang emas ilegal yang diduga telah merusak lingkungan dan mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Menanggapi situasi tersebut, Polres Lubuklinggau menyiagakan dua peleton atau sekitar 70 personel untuk mengantisipasi jika diperlukan penguatan pasukan di wilayah hukum Polres Muratara.
“Ada 70 personel atau dua peleton gabungan yang kita siagakan dan standby,” ujar Kabag Ops Polres Lubuklinggau, Kompol Robi Sugara, usai memimpin apel personel di halaman Mapolres Lubuklinggau, Jumat sore.
Robi menjelaskan, personel yang disiagakan merupakan gabungan dari satuan Reskrim, Intelkam, Lalu Lintas, dan Samapta. Mereka siap diterjunkan kapan saja jika situasi di Muratara semakin tidak terkendali dan membutuhkan tambahan pasukan.
“Kita standby sambil menunggu informasi dari rekan-rekan di Polres Muratara. Bila dibutuhkan, kami siap membackup penuh pengamanan di sana,” katanya. [NSR]

