RELUNG.ID — Sejumlah warga melakukan aksi demo dengan membakar ban di depan Kantor UP3 PLN Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, pada Selasa malam, (4/5/2024).
Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap pemadaman listrik selama lebih dari 8 jam yang terjadi sejak siang hari.
Para pendemo, yang merasa dirugikan oleh pemadaman tanpa pemberitahuan sebelumnya, menuntut kejelasan dan perbaikan kinerja dari pihak PLN.
“Setiap pemadaman tidak ada pemberitahuan dan informasi,” kata Iskandar, salah satu warga yang ikut aksi.
Menurut Iskandar, jika pemadaman berlangsung hingga berjam-jam, seharusnya ada pemberitahuan sebelumnya agar warga bisa melakukan persiapan. Ia juga menegaskan pentingnya transparansi dan tanggung jawab dari pihak PLN terkait pemadaman ini.
“Kita pertanyakan dimana kinerja petugasnya,” tegasnya.
Selain menyebabkan ketidaknyamanan, pemadaman listrik di Lubuklinggau juga menyebabkan insiden serius. Genset di rumah makan Ayam Bakar 88 di Jalan Yos Sudarso terbakar sekitar pukul 19.30 WIB akibat kepanasan.
Beruntung, kebakaran tidak membesar dan berhasil dipadamkan setelah dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.
Manager PLN UP3 Lubuklinggau, Hamdatul Rovikoh, menjelaskan bahwa pemadaman listrik ini disebabkan oleh gangguan pada Transmisi SUTT 275 kV Lubuk Linggau-Lahat, yang mempengaruhi empat wilayah yaitu Jambi, sebagian Sumatera Selatan, dan Bengkulu.
“Kami berupaya maksimal dalam proses recovery agar jaringan segera normal kembali. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Perbaikan yang dilakukan bukan diperlambat, namun karena kerusakan yang terjadi pada transmisi sehingga dibutuhkan waktu untuk melakukan perbaikan,” jelas Hamdatul Rovikoh.
Warga berharap pihak PLN segera menyelesaikan masalah ini dan memberikan pemberitahuan lebih lanjut jika ada pemadaman serupa di masa mendatang. [RG]

