RELUNG.ID – Pemadaman listrik PT PLN hampir berdampak pada seluruh fasilitas khususnya di Sumsel.
Hal ini mengundang kekecewaan beberapa pihak diantaranya yaitu Komisi IV DPRD Sumsel.
“Seharusnya pemadaman ini diberitahukan terlebih dahulu, sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, Hasbi Asadiki, Selasa (4/6).
Menurutnya, pemadaman tersebut sangat merugikan masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan listrik untuk keperluan medis seperti operasi
Dia pun meminta PLN juga harus memenuhi hak-hak konsumen. Selain itu, dia juga meminta PLN untuk memberikan penjelasan resmi terkait pemadaman listrik tersebut dan langkah yang akan diambil untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“PLN harus memberikan penjelasan resmi dan langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang,” pungkasnya.
Sebelumnya, Manajer Komunikasi dan TJSL PT PLN UID Sumsel, Jambi, dan Bengkulu (S2JB), Iwan Arissetyadhi, menjelaskan bahwa transmisi SUTT 275 kV Linggau-Lahat adalah jaringan bleed system yang saling terhubung.
“Ketika sistem ini terganggu, yang lain akan kena imbasnya. Tapi, imbas ini tidak bersifat permanen. Ketika sistemnya bisa distabilkan, maka bertahap yang lain bisa dinormalkan,” ujarnya pada Selasa, (4/5).
Dampak gangguan listrik ini telah dirasakan di Lampung, Bangka Belitung, Jambi, dan Bengkulu. PLN belum menerima informasi mengenai gangguan di Sumatera Barat dan Riau. Iwan menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan di Sumsel dan wilayah terdampak lainnya.

