RELUNG.ID – Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, tengah menghadapi ancaman bencana di musim penghujan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Empat Lawang telah menetapkan 47 desa sebagai wilayah rawan bencana banjir dan tanah longsor. Salah satu fokus perhatian utama adalah warga yang tinggal atau beraktivitas di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Musi.
Plt Kepala BPBD Empat Lawang, Dadang Munandar, mengingatkan warga, khususnya yang berada di sekitar Sungai Musi, untuk selalu waspada.
“Musim penghujan meningkatkan risiko bencana, terutama banjir dan tanah longsor. Warga di bantaran Sungai Musi harus ekstra hati-hati, terutama anak-anak yang kerap bermain di sekitar sungai,” ujar Dadang.
Ia juga mengungkapkan pada tahun 2024, terdapat insiden anak yang terbawa arus sungai, sehingga pihaknya mengimbau agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami meminta masyarakat lebih waspada, terutama dalam menjaga anak-anak dan menghindari aktivitas yang berisiko tinggi di sekitar sungai selama musim hujan,” tambahnya.
BPBD Empat Lawang telah mempersiapkan langkah mitigasi dengan mengaktifkan tiga bidang utama, yaitu Rehabilitasi dan Konstruksi, Logistik, serta Kesiapsiagaan. Selain itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) juga disiagakan untuk merespons laporan bencana dengan cepat.
“Jika ada laporan dari masyarakat, tim kami akan segera menuju lokasi untuk memberikan penanganan awal,” jelas Dadang.
Berdasarkan data BPBD, 47 desa rawan bencana tersebut tersebar di beberapa kecamatan, seperti Tebing Tinggi, Talang Padang, Pendopo, Lintang Kanan, dan Pasemah Air Keruh. Selain itu, koordinasi dengan BPBD Provinsi Sumatera Selatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus dilakukan untuk menghadapi kemungkinan bencana.
“Meskipun bencana tidak bisa diprediksi, kita semua harus siap menghadapinya,” tandas Dadang. (SLM)

