RELUNG.ID – Warga kawasan Kenten, Palembang, mengeluhkan masih melintasnya truk bertonase besar di jalan umum yang berada di kawasan permukiman.
Aktivitas kendaraan berat tersebut dinilai mengganggu kenyamanan warga sekaligus menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jalan.
Selain itu, warga juga mempertanyakan kondisi jalan yang dikhawatirkan lebih cepat mengalami kerusakan akibat terus dilintasi kendaraan dengan muatan berat.
Salah seorang warga Kenten, Ruliansyah, mengatakan keberadaan truk bertonase besar sudah menjadi pemandangan yang cukup sering ditemui di kawasan tersebut.
“Sudah sangat sering dan sepertinya sudah tak peduli lagi dengan aturan. Karena tidak kenal jam truk besar itu terus saja melintas di jalam umum,” katanya.
Hal itu juga dirasakan diriver ojol Yayan Septian yang kesehariannya juga sering beroperasi di jalan Kenten.
Sebagai pengendara dirinya mepersoalkan truk besar yang kerap melintas di jalan umum, persoalan tersebut bukan hanya berkaitan dengan kemacetan, tetapi juga keselamatan masyarakat, terutama pengendara sepeda motor dan anak-anak yang beraktivitas di sekitar jalan.
“Kondisi seperti tentu sangat membahayakan bagi pengendara lain, karena badan truk yang cukup besar seketika membuat jalanan macet,” ujarnya.
Lebih lanjut dia berharap Pemerintah Kota Palembang melalui instansi terkait tidak hanya melakukan pengawasan sesaat, tetapi mengambil langkah konkret untuk mengatur lalu lintas kendaraan bertonase besar di kawasan tersebut.
Pasalnya, jalan umum yang berada di kawasan permukiman dinilai tidak ideal apabila terus menjadi jalur kendaraan dengan muatan besar.
Keluhan tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan terhadap kendaraan bertonase besar yang menggunakan jalan umum di dalam kota.
“Pemerintah atau Dishub harus tegaslah, sudah jelas ada pembatasan kendaraan truk besar lewat. Jangan sampai lengah itu harus ditindak, jangan sampai nanti dampaknya warga yang jadi celaka,” tegasnya.
Selain, truk besar warga juga mendapati truk angkutan tanah dan batubara tampak juga melintasi jalan arah bandara. Ironisnya kendaraan besar tersebut dengan leluasa melewati jalan kampung untuk mengangkut material.
Hal itu diungkapkan Diko warga Talang Jambe yang mengeluhkan seringnya truk bermutan besar yang mengangkut material untuk keperluan pabrik batu bata melewati jalan bandara via jalan Karantina.
“Sudah banyak sekali truk besar, tapi yang kami keluhkan itu. truk-truk besar itu kerap masuk ke jalan kampung yang membuat jalan cepat rusak,” jelasnya.
Dia berharap pemerintah mengambil langkah tegas terutama aturan aturan mengenai kelas jalan, batas tonase, waktu operasional, serta jalur yang diperbolehkan bagi kendaraan berat benar-benar diterapkan di lapangan.
“Sudah sering tapi pemda seperti tak berdaya, kalau memang aturan ditegakan. Harus ditindak tegas kendaraan bertonase besar yang melanggar tersebut,” pungkasnya. (vid)

