Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/2026

Heboh! Nama Prajurit Ini Bikin Komandan Gemetar

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»Waspada! 11 Ciri Toxic Relationship juga Bisa di Hubungan Rumah Tangga
Lifestyle

Waspada! 11 Ciri Toxic Relationship juga Bisa di Hubungan Rumah Tangga

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda23/08/2023
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Sekarang lagi tengah viralnya kasus toxic relationship bukan di percintaan tetapi pernikahan atau rumah tangga. Nah kalian harus hati-hati dan waspada loh.

Dilansir dari klikdokter ini 11 pertanda kalau hubungan kalian itu toxic relationship. Simak dibawah ini :

1. Tidak Saling Mendukung Satu Sama Lain

Hubungan yang sehat didasarkan oleh keinginan bersama untuk melihat orang lain berhasil di semua bidang kehidupan. Namun, saat segalanya berubah menjadi racun, setiap pencapaian justru menjadi kompetisi.

Baca Juga: Ini 5 Zodiak Pemburu Diskon, Apakah Kamu Itu Kalian?

kamu mungkin merasa tidak mendapat dukungan dari pasangan. Beberapa dari kamu mungkin merasakan persaingan, bahkan saling meremehkan.

Hal ini bisa menjadi salah satu ciri-ciri toxic relationship. Jika berlangsung terus menerus, hubungan semacam ini bisa menyebabkan satu sama lain menjadi tidak percaya diri.

Padahal seharusnya pasangan menjadi supporter nomor satu dalam hidup kamu dalam mencapai cita-cita dan tujuan hidup.

2. Penuh Ucapan Kasar dan Kritik Tidak Membangun

Alih-alih memperlakukan satu sama lain dengan kebaikan, sebagian besar percakapan kamu dengan pasangan justru dipenuhi dengan sarkasme, kritik tidak membangun, bahkan permusuhan terbuka (membentak sampai didengar orang lain).

Karena selalu seperti itu, kini kamu mulai menghindar untuk berbicara satu sama lain Berbicara kasar dengan pasangan merupakan salah satu bentuk kekerasan verbal dan merupakan ciri-ciri toxic relationship. Sudah seharusnya hubungan yang sehat diisi dengan kasih sayang bukannya penuh ucapan kasar.

3. Cemburu Berlebihan

Mengalami cemburu dalam hubungan asmara itu normal. Akan tetapi, kalau sudah sampai berlebihan dan posesif, hal itu justru menjadi bumerang dan bukan jadi bumbu perekat hubungan lagi.

Hubungan yang sehat umumnya dilandasi dengan kepercayaan dan ketenangan. Akan lebih sehat lagi jika kepercayaan di dalam hubungan benar-benar dijaga. Sebagian orang bilang kalau cemburu merupakan salah satu bentuk kasih sayang dan kepedulian terhadap pasangan.

Namun jika cemburu tersebut berlebihan dan membatasi aktivitas, bisa jadi kamu terjebak pada toxic relationship.

4. Terlalu Mengontrol Perilaku

Mempertanyakan di mana pasangan sepanjang waktu dan marah saat si dia tidak segera menjawab chat adalah tanda perilaku pengendalian yang bersifat toxic.

Antara posesif dan pengendalian perilaku berlebih biasanya saling berhubungan. Karena si pasangan terlalu cemburuan, sampai-sampai kamu tidak diperbolehkan untuk berteman dengan siapa pun. Awalnya pasangan mungkin hanya membatasi interaksi dengan lawan jenis agar tidak terlalu jauh.

Namun lama kelamaan, kamu dibatasi tidak boleh bertemu dengan sahabat sendiri. Tentu hal tersebut bisa memicu munculnya rasa tidak nyaman dan membuat kamu tidak bisa berinteraksi sosial dengan orang lain.

5. Penuh Ketidakjujuran

Jika sering berbohong tentang apa yang kamu lakukan sehari-hari, bohong dengan perasaan yang kamu rasakan, dan banyak hal yang disembunyikan terhadap pasangan, maka kamu perlu berhati-hati. Sebab, kamu dapat berperan sebagai “tokoh” yang menciptakan toxic relationship.

Sering berbohong dengan pasangan juga bisa menandakan kamu tidak nyaman untuk menceritakan semua hal. Kemungkinan kamu takut pasangan marah, tidak terima, atau memang kamu sedang menutupi sesuatu.

Jika sering berbohong, mulai dari hal kecil hingga hal besar, hal itu bisa menjadi ciri-ciri toxic relationship. Karena seharusnya pasangan bisa menjadi orang yang paling tahu tentang hidup kamu dan menerima diri kamu apa adanya.

6. Tidak Saling Menghargai

Sesekali lupa terhadap momen penting bukanlah menjadi sebuah masalah, apalagi jika perilakunya tetap menunjukkan penghargaan.

Namun, jika pasangan selalu melupakan hal-hal yang bersifat penting terkait hubungan dan diri kamu, maka itu bisa jadi bibit dari hubungan toksik. Tidak pernah berusaha menyukai hal-hal yang telah dilakukan atau dibuat oleh salah satu pihak juga termasuk, lho.

7. Selalu Memutuskan Sesuatu Secara Sepihak

Dalam tanda toxic relationship, diskusi bukan metode yang dianggap baik untuk memecahkan masalah.

Padahal, ketika menjalin hubungan, apalagi sudah menikah, semuanya harus diputuskan bersama karena menyangkut hidup pasangan.

Jika pasangan selalu membuat keputusan sendiri, terlebih itu soal keuangan atau hal lain yang bersifat penting dan besar, maka ada sesuatu yang tak beres di sini.

Bisa jadi pasangan sedang menutupi sesuatu dari kamu atau memang pasangan merasa lebih superior sehingga merasa tak perlu membicarakan hal penting dengan kamu.

8. Terlalu Sering Stres

Bertengkar sampai bikin stres saat menjalin hubungan itu wajar. Namun, jika terlalu sering hingga kamu memiliki perasaan negatif yang tak kunjung hilang, hal tersebut dapat menjadi indikator bahwa hubungan kamu mengarah ke ciri-ciri toxic relationship.

Jangan biarkan diri kamu mengalami stres terlalu lama. Sebab stres dapat menurunkan kondisi kesehatan kamu.

Baca Juga: Chery Omoda 5 EV Dirilis di Indonesia Akhir Tahun

Selain itu stres terus menerus dapat menyebabkan seseorang rentan alami depresi. Menjalin hubungan dengan orang lain wajar jika mengalami suka-duka.

Tetapi jika hampir setiap saat kamu bersedih, galau, dan stres, sebaiknya pertimbangkan ulang melanjutkan hubungan Anda.

9. Jadi Tidak Menyayangi Diri Sendiri

Kata orang, cinta memang butuh pengorbanan. Namun, pada hubungan toxic relationship, kamu mungkin melakukan pengorbanan yang tidak sepadan, sampai-sampai diri sendirilah yang dirugikan.

Kalau sampai dominasi si dia membuat kamu berhenti melakukan hal-hal positif yang dulu sering dilakoni, maka kondisi itu sudah bukan hal yang wajar lagi.

Terlebih jika pengorbanan yang dilakukan secara sepihak, di mana pasangan ingin semua keinginannya dituruti dan tidak mempertimbangkan situasi serta kondisi kamu.

Hati-hati, lho, ujung-ujungnya hal ini bisa membuat kamu menjadi tak lagi menyayangi diri sendiri karena terlalu “fokus” membahagiakan pasangan dan mengabaikan diri sendiri.

10. Membiarkan Masalah Berlalu dengan Sendirinya

Ya, kamu dan pasangan punya kebiasaan untuk mendiamkan dan melupakan suatu masalah hingga masalah tersebut “hilang” dimakan waktu.

Normalnya, masalah itu harus dibicarakan dan diselesaikan. Jika cuma mengandalkan waktu, itu sama saja dengan mengubur bangkai. Memang tidak terlihat, tetapi baunya akan tetap ada. Suatu saat, baunya itu akan benar-benar busuk dan mengganggu sekitarnya.

Ada nasihat turun menurun yang mengatakan jika sudah berumah tangga sebaiknya selesaikan masalah dan berdiskusi dengan pasangan sebelum tidur.

Tidur sambil menyimpan rasa kesal, amarah, dan dendam dengan pasangan mungkin akan membuat kamu merasa lebih baik keesokan harinya.

Padahal hal itu ibarat bom waktu. Masalah yang tidak benar-benar didiskusikan dengan baik hanya akan menjadi bumerang di kemudian hari.

11. Terjadi KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga)

KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) tentu bisa dianggap sebagai bentuk dari toxic relationship. KDRT melibatkan tindakan kekerasan, baik fisik, psikologis, seksual, maupun penelantaran, yang semuanya merupakan ciri-ciri dari hubungan yang beracun atau toxic.

Toxic relationship atau hubungan yang beracun biasanya dicirikan oleh adanya perilaku yang merugikan satu atau kedua belah pihak dalam hubungan tersebut, seperti manipulasi, pengendalian, jealositas yang berlebihan, penghinaan, dan kekerasan. KDRT adalah salah satu manifestasi ekstrem dari toxic relationship.

Semoga bermanfaat

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePlayStation Bakal Luncurkan Earbud Nirkabel Barunya Pulse Explore
Next Article Catat! Ini 5 Cara Atasi Pasangan Moody, Ditinjau dari Psikolog
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20265 Views
Lifestyle

Ji Chang Wook Ungkap Tantangan Perankan Playboy di Drama Korea Terbaru The Scandal

09/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,955 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,824 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,797 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?