RELUNG.ID – Memasuki musim penghujan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel kini mulai melakukan langkah antisipasi.
Hal ini untuk mengantisipasi dan mewaspadai terjadinya bencana Hidrometeorologi seperti banjir dan longsor akibat perubahan cuaca.
Gelaran apel kesiapsiagaan personel dan peralatan Penanggulangan Bencana Banjir dan Tanah Longsor juga telah dilakukan di JSC Palembang, Kamis (23/11).
Baca Juga: Pasca Ditetapkan Tersangka, Firli Bahuri Bakal Diberhentikan Sementara Sebagai Ketua KPK
“Musim hujan ini akan rawan bencana khususnya longsor dan banjir. Karena itu, kami melakukan pengecekan personal dan peralatan,” kata Pj Gubernur Sumsel, Agus Fatoni usai gelaran apel.
Saat ini, dia mengaku telah melakukan pemetaan dini wilayah mana saja yang rawan terjadinya bencana. Pihaknya juga telah menyiapkan sekitar 1.000 personel gabungan dari beberapa instansi.
“Personel ini juga ada relawan pemuda yang ada di setiap wilayah yang rawan bencana,” terangnya.
Baca Juga: Kisah Pasien Kanker yang Balas Dendam dalam Drama ‘Marry My Husband’
Nantinya, daerah yang rawan terjadinya bencana akan menjadi atensi dan ditempatkan personel di wilayah tersebut.
Selain mengantisipasi banjir dan longsor, pihaknya juga masih menyiagakan tim untuk memantau kondisi penanganan karhutla.
Mengingat, saat ini beberapa Hotspot (titik panas) masih terpantau dibeberapa wilayah.
Baca Juga: FANS ONE PIECE HARUS TAHU! Ini Asal Usul Kuma Dijuluki Raja Tirani
“Operasi Karhutla ini masih tetap berjalan sampai titik api tidak ada lagi di Sumsel,” pungkasnya.

