RELUNG.ID – Waymo dan Toyota resmi menandatangani kesepakatan awal untuk bersama-sama mengembangkan dan menerapkan teknologi mengemudi otonom.
Kemitraan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk mempercepat adopsi kendaraan swakemudi secara massal, sekaligus menantang posisi dominan Tesla di pasar mobil listrik dan layanan transportasi otonom.
Waymo, anak perusahaan Alphabet yang selama ini menjadi pelopor teknologi mengemudi otonom, saat ini telah menyediakan lebih dari 250.000 perjalanan berbayar setiap minggunya di beberapa kota di AS.
Sementara itu, Toyota melalui Woven by Toyota unit yang fokus pada inovasi perangkat lunak dan mobilitas canggih akan menyediakan kapabilitas manufaktur dan integrasi sistem ke dalam lini kendaraan listriknya.
Dalam kerjasama ini, kedua pihak akan mengembangkan “platform kendaraan otonom baru” yang memungkinkan integrasi penuh teknologi Waymo ke dalam kendaraan listrik Toyota.
Konsumen diperkirakan akan segera memiliki opsi membeli mobil Toyota yang sudah dilengkapi sistem swakemudi Waymo, meski jadwal komersialisasi dan pasar awal belum diumumkan secara rinci.
Langkah Waymo dan Toyota ini sekaligus merespons upaya Tesla yang berencana meluncurkan layanan pemesanan kendaraan otonom di Austin, Texas, mulai Juni 2025.
Tesla akan mengoperasikan armada terbatas berisi 10–20 unit mobil listrik mereka, menggunakan fitur “Swakemudi Penuh” yang sama dengan yang tersedia bagi pemilik kendaraan Tesla.
Meski Elon Musk sempat mengisyaratkan diskusi lisensi teknologi Swakemudi Penuh dengan beberapa produsen otomotif, belum ada kemajuan konkret yang diumumkan ke publik.
Sebelumnya, Waymo juga sudah menjalin kemitraan serupa dengan Hyundai, namun kali ini skala kolaborasi dengan Toyota diperkirakan jauh lebih besar mengingat jaringan distribusi dan reputasi Toyota di pasar global. (LWM)

