RELUNG.ID – Peta kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan semakin meluas.
Memasuki puncak musim kemarau, jumlah daerah yang masuk kategori zona merah bertambah menjadi 11 kabupaten/kota.
Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman mengatakan, Prabumulih menjadi wilayah terbaru yang masuk zona merah setelah jumlah kejadian karhutla di daerah tersebut mencapai 32 kasus.
“Zona merah sekarang sudah bertambah menjadi 11 daerah. Terbaru Prabumulih, jumlah kejadian karhutlanya sudah mencapai 32 kejadian,” ujar Sudirman, Sabtu (8/8/2026).
Perluasan zona merah tersebut menunjukkan bahwa ancaman karhutla tidak lagi terkonsentrasi di sejumlah daerah yang sejak awal dikenal rawan. Api kini mulai muncul dengan frekuensi tinggi di lebih banyak wilayah Sumsel.
Berdasarkan data BPBD Sumsel, Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi daerah dengan jumlah kejadian karhutla tertinggi, yakni 132 kejadian. Disusul Musi Banyuasin (Muba) sebanyak 118 kejadian, Ogan Ilir 112 kejadian, Banyuasin 108 kejadian, dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 82 kejadian.
Selanjutnya, Muara Enim mencatat 79 kejadian, Palembang 51 kejadian, OKU Timur 41 kejadian, Muratara 37 kejadian, OKU 35 kejadian, dan Prabumulih 32 kejadian.
Meluasnya wilayah zona merah menjadi alarm bagi pemerintah daerah. Terlebih, Agustus hingga September diperkirakan menjadi periode dengan ancaman kebakaran yang tinggi.
Sudirman meminta masyarakat tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Ia juga mengingatkan agar setiap titik kebakaran segera dilaporkan sehingga petugas dapat melakukan penanganan sebelum api membesar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kalau menemukan adanya kebakaran, segera laporkan supaya bisa ditangani lebih cepat,” katanya.
Di tengah meluasnya zona merah, dukungan operasi udara juga diperkuat. BNPB menyetujui permintaan Pemprov Sumsel untuk menambah dua helikopter water bombing.
Dengan tambahan tersebut, total kekuatan udara yang disiapkan mencapai tujuh helikopter water bombing dan dua helikopter patroli.
Kalaksa BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana mengatakan tambahan armada tersebut diharapkan mempercepat pemadaman, terutama di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
“Alhamdulillah BNPB akan menambah dua helikopter water bombing untuk penanganan karhutla saat puncak musim kemarau di Sumsel. Sehingga, nantinya akan ada tujuh helikopter water bombing dan dua patroli udara yang disiagakan,” tutupnya. (LWM)

