RELUNG.ID– Presiden Prabowo Subianto menerima laporan mengenai kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan yang semakin mengkhawatirkan. Hingga 23 Agustus 2026, tercatat 12.956 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Sumsel sejak awal tahun.
Laporan tersebut disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M. Iqbal Alisyahbana dalam rapat penanganan karhutla bersama Presiden Prabowo di Gedung VVIP Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Senin (24/8/2026).
Iqbal mengungkapkan, peningkatan hotspot paling signifikan terjadi sepanjang Agustus. Hingga 23 Agustus 2026 saja, sebanyak 8.044 hotspot terdeteksi di berbagai wilayah Sumsel.
“Jumlah titik hotspot ini sangat meningkat di bulan Agustus,” kata Iqbal dalam rapat tersebut.
Secara keseluruhan, sejak Januari hingga 23 Agustus 2026, jumlah hotspot di Sumsel mencapai 12.956 titik.
Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni mencapai 2.435 titik. Selanjutnya Musi Banyuasin (Muba) sebanyak 2.139 titik dan Muara Enim 1.909 titik.
Lonjakan hotspot tersebut juga diikuti meningkatnya luas lahan yang terbakar.
Hingga 23 Agustus 2026, luas lahan terbakar di Sumsel mencapai sekitar 1.926 hektare. Berdasarkan data nasional, Sumsel berada di peringkat ke-18 dari 36 provinsi dalam hal luas lahan terbakar.
Dampak karhutla juga mulai dirasakan dari sisi kualitas udara. Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), hanya Kabupaten Musi Rawas dan OKU Selatan yang masih berada dalam kategori baik.
Sementara itu, kualitas udara di Kota Palembang telah masuk kategori sangat tidak sehat akibat kepungan asap karhutla.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena asap kebakaran tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat.
BPBD Sumsel mencatat hingga 23 Agustus telah terjadi 1.723 kejadian karhutla. OKI menjadi daerah dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni 292 kejadian, disusul Musi Banyuasin 214 kejadian dan Ogan Ilir 201 kejadian.
Untuk menangani kondisi tersebut, sebanyak 11.567 personel dari berbagai unsur telah dikerahkan.
Mereka berasal dari BPBD, TNI, Polri, Lanud, Manggala Agni, Polhut, Satpol PP, kelompok tani peduli api, masyarakat peduli api hingga unsur perusahaan seperti RPK dan RPK HTI.
Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari patroli darat dan udara, pemantauan hotspot, pemadaman hingga edukasi kepada masyarakat.
Gubernur Sumsel Herman Deru sebelumnya juga telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 22 April 2026. Pemprov Sumsel kemudian membentuk Satgas Karhutla yang dipimpin langsung oleh gubernur.
Untuk mendukung operasi udara, BNPB telah mengerahkan dua helikopter patroli dan lima helikopter water bombing.
Selain itu, operasi modifikasi cuaca (OMC) telah dilakukan sebanyak empat sesi untuk membantu mengurangi potensi meluasnya kebakaran.
Meski berbagai upaya telah dilakukan, kondisi geografis Sumsel yang luas membuat sejumlah titik api sulit dijangkau petugas.
Iqbal pun meminta pemerintah pusat menambah dukungan helikopter water bombing untuk menjangkau lokasi kebakaran yang berada di kawasan pelosok.
“Kami membutuhkan tambahan heli water bombing, Bapak Presiden, karena jarak titik api sangat jauh dan banyak berada di kawasan pelosok hutan yang tidak bisa dijangkau Satgas Darat,” ujar Iqbal.
BPBD Sumsel juga mengusulkan bantuan 20 unit alat berat untuk memperkuat pembuatan kanalisasi di daerah rawan karhutla.
Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo langsung merespons kebutuhan peralatan yang disampaikan pemerintah daerah.
Gubernur Sumsel Herman Deru melaporkan, sepanjang Januari hingga Juli 2026 terdapat sekitar 1.900 hektare lahan terbakar. Saat ini masih terdapat sekitar 200 hektare lahan yang membutuhkan penanganan.
“Kehadiran Presiden RI memotivasi kami untuk bekerja lebih keras bersama Forkopimda dalam melakukan pemadaman Karhutla,” ujar Herman Deru.
Deru juga menyampaikan kebutuhan mendesak berupa 500 unit mesin pompa air beserta selang. Menurutnya, sejumlah sumur bor yang telah dibangun belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan mesin pompa.
Permintaan tersebut langsung mendapat respons dari Prabowo.
“Segera kita kirim 500 mesin pompa dan selang,” kata Prabowo.
Selain mesin pompa, Deru meminta tambahan 50 unit motor trail yang dapat dimodifikasi dengan tangki air untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit dilalui kendaraan besar.
Namun, Prabowo justru meminta jumlah bantuan tersebut ditambah.
“Kalau meminta 50, kita kirim 100 motor trail,” ujar Prabowo.[DSK]

