RELUNG.ID – Sebanyak 15 dari 16 Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) di Sumatera Selatan (Sumsel) resmi menetapkan ketua baru melalui Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV yang digelar serentak di Hotel Beston Palembang, Minggu (5/10/2025).
Dari 17 kabupaten/kota di Sumsel, hanya DPC Ogan Ilir yang masih belum menuntaskan proses pemilihan karena dinamika internal, sementara Musi Rawas ditunda lantaran calon ketua meninggal dunia.
Ketua terpilih Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Sumsel, Ahmad Al Azhar, menyebut Muscab kali ini menjadi momentum penting konsolidasi partai jelang verifikasi faktual peserta Pemilu 2029.
“Alhamdulillah, hampir semua sudah selesai. Tinggal OI yang masih alot,” ujarnya.
Azhar menegaskan, para ketua DPC hasil Muscab akan dievaluasi DPP dalam waktu enam bulan. Jika kinerja dinilai buruk atau melanggar AD/ART, pemecatan bisa dilakukan sewaktu-waktu.
“Ketua terpilih harus bekerja keras. Hanura ke depan ingin fokus pada kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat, bukan sekadar seremonial. Kita butuh kader militan dari tingkat kelurahan hingga nasional,” tegasnya.
Azhar juga menargetkan agar Hanura mampu merebut kembali kursi legislatif yang sempat hilang di Sumsel.
“Kita ingin mengangkat marwah partai dan merebut kursi yang hilang. Persaingan makin berat, tapi kita akan hadapi dengan kerja keras dan strategi,” katanya.
Selain penguatan struktur, Hanura Sumsel juga mendorong kader aktif di media sosial. DPD telah membentuk tim milenial berbasis IT untuk memperkuat digitalisasi dan komunikasi publik partai.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Hanura, Benny Ramdani, yang membuka langsung Muscab serentak tersebut, menegaskan bahwa forum Muscab adalah ajang demokrasi tertinggi di tingkat cabang untuk memilih pemimpin sejati partai.
“Muscab adalah forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat cabang. Ketua DPC terpilih harus menjadi ‘kapten kapal’ yang mampu membawa Hanura tiba di pelabuhan kemenangan meski menghadapi badai,” ujar Benny.
Ia juga menekankan pentingnya peran ketua DPC sebagai figur yang mampu membaca dan menyelesaikan masalah internal maupun persoalan rakyat di daerah.
“Ketua DPC itu bukan hanya pengurus partai, tapi juga ‘dokter politik’ yang mendiagnosis masalah rakyat dan memperjuangkannya,” tandasnya.
Benny menambahkan, Hanura kini memasuki fase penguatan struktur organisasi secara nasional, mulai dari DPD di 38 provinsi hingga ke lebih dari 83.000 ranting. “Kalau struktur ini selesai terbentuk dan solid, Hanura siap menatap Pemilu 2029,” tegasnya.
Ketua Panitia Muscab Hanura Sumsel, Muhammad David, memastikan kegiatan tersebut berjalan sesuai AD/ART partai, dengan peserta meliputi pengurus DPP, DPD, DPC, dewan penasehat, hingga organisasi sayap partai.
Berikut 15 ketua DPC terpilih hasil Muscab serentak Hanura Sumsel:
Palembang – Remadani Oktaviani; Banyuasin – Mohammad Solih; Muba – A. Rahman Senen; Lubuklinggau – Feri Angriawan; Muratara – Hendri; Lahat – Suhendra; OKU – Joni Awaludin; OKU Timur – Wendika Ariputra; OKU Selatan – Hendri Gunawan; OKI – Depit; Prabumulih – Hartono Hamid; PALI – Husni Tamrin; Muara Enim – H. Nisrin; Pagar Alam – Ilham Musnawi; dan Empat Lawang – Eti Agustina. (DSK)

