RELUNG.ID — Dalam rangka mendukung kelancaran jalannya Pemilihan Umum (Pemilu) di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) pada 14 Februari 2024.
Sebanyak 2.163 personel dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan disiagakan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Kapolda Sumsel, Irjen Pol A Rachmad Wibowo, mengungkapkan bahwa dari total personel tersebut, terdiri dari BKO Polda Sumsel sebanyak 1.013 personel, BKO Brimob 649 personel, dan prajurit TNI sebanyak 510 personel.
“Mereka akan disebar ke Polres dan Polrestabes jajaran Polda Sumsel untuk membantu pengamanan selama pelaksanaan Pemilu, ” kata dia.
Rachmad menekankan bahwa pengamanan Pemilu merupakan tanggung jawab besar yang diberikan oleh negara kepada Polri-TNI.
“Para personel ditugaskan untuk mengamankan tahapan Pemilu, mulai dari pemungutan suara hingga penghitungan hasil suara di TPS, ” kata dia.
Selain menjaga keamanan, Kapolda Sumsel juga mengingatkan para personel untuk menjaga kesehatan dan ketahanan fisik, terutama dalam menghadapi kondisi medan yang berat di beberapa TPS.
“Seluruh personel diharapkan dapat mengikuti pedoman yang telah disusun dan menjaga netralitas Polri dalam pelaksanaan Pemilu, ” kata dia.
Para personel Polri dan TNI akan diterjunkan ke lokasi penempatan mereka mulai dari tanggal 12 hingga 16 Februari 2024.
Kapolda Sumsel menyatakan harapannya agar situasi kondusif dapat terwujud berkat kerja keras dan kesungguhan seluruh personel dalam menjalankan tugas pengamanan, yang didukung oleh seluruh komponen masyarakat Sumsel.

