RELUNG.ID – Kehadiran 200 armada taksi listrik Green SM di Kota Palembang tidak sekadar menambah pilihan transportasi bagi masyarakat.
Armada asal Vietnam tersebut juga diproyeksikan dapat memperkuat konektivitas menuju layanan Light Rail Transit (LRT) Palembang.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, keberadaan ratusan taksi listrik itu berpotensi dimanfaatkan sebagai angkutan pengumpan atau feeder bagi LRT yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung transportasi umum di Kota Palembang.
“Dengan adanya tambahan 200 armada ini jadi secara tidak langsung menambah angkutan pengumpan bagi LRT yang saat ini sebagai tulang punggung angkutan umum di Palembang,” kata Ratu Dewa, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, integrasi tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan LRT. Taksi listrik dapat menjadi pilihan transportasi untuk mengantarkan penumpang dari kawasan tempat tinggal maupun pusat aktivitas menuju stasiun LRT dan sebaliknya.
Selain aspek konektivitas, Ratu Dewa menilai penggunaan kendaraan listrik juga sejalan dengan upaya pemerintah mendorong transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Taksi listrik dinilai dapat membantu menekan emisi karbon karena menggunakan energi listrik dalam pengoperasiannya.
“Dan yang paling penting manfaat utama taksi listrik juga mengurangi emisi karbon secara signifikan, dan perjalanan bebas emisi dan menekan biaya operasional harian bagi pengguna jasa transportasi ini,” ujarnya.
Pemkot Palembang berharap masuknya Green SM tidak berhenti sebatas penambahan jumlah armada. Investasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari pengembangan sistem transportasi yang terintegrasi sekaligus mendukung target kota rendah karbon.
Meski demikian, pemerintah kota mengingatkan agar operasional seluruh armada tetap memperhatikan aspek keselamatan, kelayakan kendaraan dan kelengkapan perizinan.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang Isnaini Madani sebelumnya menyebut investasi Green SM sebagai peluang positif bagi daerah. Namun, ia menegaskan bahwa operasional taksi listrik membutuhkan persiapan yang matang.
“Ini merupakan investasi yang baik bagi Kota Palembang, tetapi harus dipersiapkan dari berbagai sisi. Karena ini taksi listrik, perlu mitigasi risiko dan seluruh perizinan harus dipenuhi. Salah satu syarat utama adalah seluruh kendaraan wajib lulus uji KIR sebelum dioperasikan,” ujar Isnaini.
Menurutnya, uji kelayakan kendaraan menjadi bagian penting untuk memastikan armada yang beroperasi benar-benar memenuhi standar keselamatan bagi masyarakat.
Selain uji KIR, perusahaan juga diminta menyiapkan infrastruktur pendukung secara mandiri. Salah satunya berupa pool kendaraan yang memadai untuk menunjang kegiatan operasional.
Green SM juga diminta memastikan ketersediaan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik melalui Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang mencukupi.
“Perusahaan juga harus memastikan ketersediaan SPKLU sehingga tidak membebani fasilitas publik yang telah ada,” tambahnya. (DSK)

