Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»30 Hektare Luasan Lahan Kebun Raya Sriwijaya Terbakar
Regional

30 Hektare Luasan Lahan Kebun Raya Sriwijaya Terbakar

alwiBy alwi05/09/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Suasana Kebun Raya di Ogan Ilir terbakar. (Dok Manggala Agni)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Kebun Raya Sriwijaya di Desa Bakung, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Hingga Jumat (4/9/2026), luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 30 hektare.

“Untuk sementara baru itu, sekitar 30-an hektare yang terbakar,”kata Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto.

Baca juga :   Operasi Karhutla Dipersempit, Sumsel Andalkan Dua Helikopter hingga Akhir November

Ferdian menyebutkan besarnya area yang terdampak bukan menjadi satu-satunya persoalan bagi tim pemadam. Karakteristik lahan yang didominasi gambut dalam membuat api sulit dituntaskan, meski ketersediaan air di lokasi masih dinilai mencukupi.

“Untuk sementara baru itu, sekitar 30-an hektare. Gambut dalam dan bahan bakaran melimpah. Kalau air masih cukup, namun butuh waktu karena gambut tadi. Harus benar-benar memastikan aman dan tuntas,” ujar Ferdian.

Menurutnya, kebakaran di lahan gambut memiliki karakter berbeda dengan kebakaran di permukaan tanah mineral. Api dapat merambat dan bertahan di lapisan bawah permukaan, sehingga bara yang tidak terlihat berpotensi kembali memicu kebakaran.

Baca juga :   Siswa Pukul Guru di SMAN 1 Sinjai, Berujung Dikeluarkan dari Sekolah


Di kawasan Kebun Raya Sriwijaya, kedalaman lapisan gambut yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar satu meter. Kondisi tersebut juga membuat asap dapat terus muncul meski kobaran api di permukaan telah berhasil ditekan.

“Tanahnya bersifat gambut sehingga susah dipadamkan. Bahkan ke dalam gambut di wilayah tersebut sekitar satu meter, jadi susah menghilangkan asap,” katanya.

Untuk menangani kebakaran tersebut, Kementerian Kehutanan mengerahkan dua regu Manggala Agni. Satu regu berasal dari Daops Banyuasin, Sumatera Selatan, sedangkan satu regu lainnya didatangkan dari Sarolangun, Jambi.

Baca juga :   BPBD Sumsel Sebut Operasi Pemadaman Tak Cukup Hentikan Karhutla, Ini Alasannya

Petugas tidak hanya berupaya memadamkan titik api yang terlihat. Pendinginan dan pembasahan juga dilakukan untuk memastikan bara di dalam lapisan gambut tidak kembali menyala.

Ferdian mengatakan proses tersebut membutuhkan kesabaran karena petugas harus memastikan kondisi lahan benar-benar aman sebelum penanganan dinyatakan selesai.

“Perhitungannya bisa beberapa hari selesainya kalau seluas itu,” ujarnya.

Baca juga :   Mantan Rektor UGM Klarifikasi: Tak Tahu Obrolan soal Ijazah Jokowi Disiarkan Live


Untuk diketahui, Kebun Raya Sriwijaya merupakan kebun raya lahan basah gambut pertama di Asia Tenggara yang terletak di Desa Bakung, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, dengan luasan 100 hektare

Kebun Raya Sriwijaya berfungsi sebagai pusat penelitian, rehabilitasi, dan penyelamatan keanekaragaman hayati flora khas ekosistem lahan basah serta hutan gambut. Tak hanya itu, berbagai jenis tanaman obat, tanaman hias, dan vegetasi rawa juga ada di sana

Bahkan terdapat embung konservasi, rumah pewarna alami (untuk kain ecoprint), taman tematik, hingga rumah terbalik. (THQ)

Indralaya Utara Karhutla Kebun Raya Sriwijaya
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleHPN 2026, Pelanggan KAI Divre III Palembang Naik 6 Persen
Next Article Tingkatkan Libido, STMJ di Warung Dawa Plaju Palembang Diburu Kaum Pria
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20266 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,893 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,766 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,738 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?