Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Saturday, 10 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»34 Bencana Banjir dan Longsor Terjadi di Sumsel Sepanjang Januari Hingga Maret
Regional

34 Bencana Banjir dan Longsor Terjadi di Sumsel Sepanjang Januari Hingga Maret

alwiBy alwi26/05/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Deklarasi Aliansi Daulat Sumatera (Andalas) yang berlangsung di Pekanbaru, Riau, pada 24–25 Mei 2026. (Istimewa)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menilai bencana ekologis telah mengepung seluruh provinsi di Sumatera, tak terkecuali di Sumsel.

Tercatat, setidaknya ada 34 bencana banjir dan longsor yang terjadi sepanjang Januari hingga awal Maret di Sumsel tahun 2026 ini.

Baca juga :   Prakiraan Cuaca Hari Ini: Waspada, Potensi Hujan Deras Bakal Mengguyur Sumsel

Direktur WALHI Sumatera Selatan, Ersyah H Suhada mengatakan, situasi kritis yang terjadi di berbagai daerah bukan lagi murni bencana alam, melainkan akibat buruknya tata kelola sumber daya alam dan masifnya aktivitas industri ekstraktif.

“Bencana ekologis di Sumatera bukan lagi fenomena alam biasa, melainkan buah dari keserakahan korporasi dan penguasa yang diperparah buruknya krisis tata kelola sumber daya alam,” katanya saat deklarasi Aliansi Daulat Sumatera (Andalas) yang berlangsung di Pekanbaru, Riau, pada 24–25 Mei 2026. .

Ia menjelaskan, kerusakan lingkungan di Sumatera dipicu oleh berbagai aktivitas eksploitasi seperti tambang batu bara, perkebunan sawit skala besar, Hutan Tanaman Industri (HTI), industri minyak dan gas, pembangunan infrastruktur energi, hingga eksploitasi kawasan rawa dan gambut.

Baca juga :   Waspada Jebakan Kerja Migran, Gubernur Sumsel Tegaskan Pengiriman Pekerja ke Kamboja Ilegal

Akibat bencana tersebut, sebanyak 26.373 kepala keluarga terdampak, 598 kepala keluarga mengungsi, dan lebih dari 25 ribu rumah warga terendam banjir.

Selain itu, kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas publik, meliputi 17 fasilitas pendidikan, empat fasilitas kesehatan, empat jembatan rusak, serta gangguan pada 15,33 kilometer ruas jalan.

Sektor ekonomi masyarakat turut terdampak setelah sekitar 4.830 hektare sawah dan 545 hektare kebun warga rusak akibat terendam banjir.

Baca juga :   Dua Pemilik Warung Tuak di Musi Rawas Ditangkap Polisi

WALHI Sumatera Selatan juga mencatat bencana banjir terus terjadi berulang sepanjang Januari hingga Mei 2026 di sejumlah wilayah seperti Kabupaten OKU Timur, Kota Prabumulih, Kota Palembang, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), dan Kabupaten Empat Lawang.

“Melalui Andalas ini, kami berharap perjuangan penyelamatan lingkungan hidup dan perlindungan hak-hak masyarakat adat serta komunitas lokal di Sumatera dapat dilakukan secara lebih terorganisir dan kuat di tingkat regional,” harapnya.

Untuk diketahui, dibentuknya Andalas se Sumatera ini sebagai langkah kolektif dalam menghadapi krisis ekologis yang semakin mengancam Pulau Sumatera.

Baca juga :   Ekspor Sumsel Tembus Rp1,6 Miliar, Produk Kelapa dan Rempah Kuasai Pasar Global

Selain itu, sebagai wadah perjuangan bersama untuk menyelamatkan ruang hidup masyarakat serta menjaga keberlanjutan bentang alam Sumatera.

Berdasarkan catatan sembilan Eksekutif Daerah WALHI di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung. (LWM)

Banjir Longsor Sumsel Walhi Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBBPOM Palembang Perketat Pengawasan Pangan Jelang Idul Adha, Waspadai Formalin dan Boraks
Next Article Jemaah Haji Mulai Bersiap Hadapi Puncak Armuzna, Cuaca Panas Jadi Perhatian Utama
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20264 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,865 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,739 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,712 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?