RELUNG.ID – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, pengawasan pangan di Kota Palembang diperketat. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang turun langsung ke pasar tradisional hingga ritel modern untuk memastikan produk pangan yang beredar aman dikonsumsi masyarakat.
Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya pasokan dan konsumsi bahan pangan selama momentum hari besar keagamaan. BBPOM memfokuskan pengawasan pada produk yang rawan dicampur bahan kimia berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan methanyl yellow.
Kepala BBPOM Palembang, Yani Adriyanti, mengatakan intensifikasi pengawasan dilakukan bersama tim terpadu keamanan pangan daerah guna mengantisipasi peredaran pangan berbahaya di tengah tingginya aktivitas jual beli masyarakat.
“Pengawasan difokuskan pada komoditas pangan yang dicurigai dapat ditambahkan bahan berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan methanyl yellow,” ujar Yani, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, hingga saat ini hasil pemeriksaan lapangan belum menemukan produk pangan yang mengandung bahan berbahaya maupun produk tanpa izin edar dan kedaluwarsa.
“Sampai sekarang belum ditemukan pangan yang mengandung bahan berbahaya, tanpa izin edar, ataupun melewati batas kedaluwarsa,” katanya.
Meski demikian, BBPOM tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi penyalahgunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) menjelang Idul Adha. Permintaan bahan pengenyal dan pengawet biasanya meningkat saat konsumsi olahan daging melonjak.
Untuk mencegah penyalahgunaan zat berbahaya, BBPOM Palembang menggandeng sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait guna memperketat pengawasan distribusi bahan kimia.
“Kolaborasi lintas OPD terus dilakukan termasuk mencegah kebocoran distribusi formalin dan boraks agar tidak disalahgunakan pada pangan,” ungkapnya.
Yani menegaskan bahwa penggunaan BTP diperbolehkan selama sesuai dengan batas aman dan ketentuan yang berlaku. Karena itu, pengawasan tidak hanya menyasar produk jadi, tetapi juga jalur distribusi bahan-bahan yang berpotensi disalahgunakan.
Selain pengawasan, BBPOM juga mengimbau masyarakat agar lebih cermat saat membeli kebutuhan pangan menjelang Idul Adha. Warga diminta menerapkan prinsip “Cek KLIK” sebelum membeli produk.
Cek KLIK sendiri meliputi pemeriksaan Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa produk pangan.
“Masyarakat juga harus mengenali ciri-ciri pangan yang mengandung bahan berbahaya dan segera melapor apabila menemukan produk yang mencurigakan,” tutupnya.[THQ]

