RELUNG.ID – Pemerintah Kabupaten OKU Timur bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyerahkan bantuan pengembangan kepada pelaku Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), bantuan pendidikan diniyah dan kursi roda bagi para lansia.
Bantuan tersebut diberikan kepada 50 santri, 35 pelaku UMKM dan lansia serta penyandang disabilitas.
Bupati OKU Timur, Lanosin mengatakan, kehadiran BAZNAS di OKU Timur telah memberikan manfaat nyata dan sangat membantu terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Seperti yang kita saksikan hari ini, banyak sekali bantuan yang disalurkan mulai dari dukungan untuk pondok pesantren, pelaku UMKM hingga kursi roda bagi para lansia dan penyandang disabilitas,” ungkap Enos, Rabu (24/9/2025).
Bupati Enos juga menyoroti kiprah BAZNAS dalam program bedah rumah. Melalui sinergi yang terjalin, banyak rumah tidak layak huni berhasil direnovasi menjadi layak huni.
Atas kontribusi ini pula, lanjutnya, Pemerintah Kabupaten OKU Timur menerima penghargaan dari Pangdam II Sriwijaya atas dukungan penuh dalam program pembangunan rumah tidak layak huni di wilayah Kodam II Sriwijaya.
“Penghargaan itu sesungguhnya juga milik BAZNAS karena berkat peran serta BAZNAS, OKU Timur menjadi daerah terbanyak melaksanakan program bedah rumah,” jelasnya.
Oleh karena itu, sebagai kepala daerah Enos mengajak seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKU Timur serta masyarakat luas untuk senantiasa menyisihkan sebagian rezekinya melalui BAZNAS.
“BAZNAS adalah lembaga terpercaya untuk menyalurkan zakat, infak dan sedekah. Kepada para penerima bantuan, kami berharap agar mendoakan semua pihak yang telah dengan ikhlas menyisihkan sebagian hartanya,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten OKU Timur, HM Imam Muarif SAg, merincikan jumlah penerima bantuan kali ini, yakni 50 santri masing-masing sebesar Rp.500 ribu, 35 pelaku UMKM masing-masing sebesar Rp.5 juta, 21 unit kursi roda bagi lansia dan penyandang disabilitas dan perangkat hadroh untuk warga binaan Lapas Martapura.
“Seluruh bantuan ini telah disalurkan sesuai dengan asnaf dan peruntukannya. Dana yang digunakan berasal dari zakat dan infak yang memang diprioritaskan untuk fakir miskin. Jadi baik santri maupun pelaku UMKM penerima bantuan hari ini, semuanya tergolong dari kalangan yang membutuhkan,” tutupnya. (MZN)

