Kasus Kolera di Malawi terus mengalami peningkatan. Berdasarkan laporan Kementrian Kesehatan Afrika Selatan, total kematian akibat wabah tersebut mencapai 595 warga.
Akibatnya, Kementrian kesehatan setempat membatalkan pembukaan sekolah di dua kota besar yakni Blantyre dan Lilongwe hingga waktu yang belum ditentukan.
Menteri Kesehatan Khumbize Chiponda menegaskan sekolah di dua wilayah itu terpaksa ditunda sebagai langkah antisipasi penyebaran wabah. Hal ini dikarenakan wabah Kolera terus mengalami peningkatan dan kematian di dua kota tersebut.
“Sekolah dasar dan menengah di dua kota tersebut tidak akan dimulai pada 3 Januari seperti yang disarankan sebelumnya,” kata Chiponda dikutip dari Africa News, Selasa (3/1).
BACA: Perangi Wabah Kolera, 1.17 Juta Dosis Vaksin Dikirim ke Haiti
Berdasarkan laporan terbaru, Kementerian Kesehatan negara Afrika Selatan itu mencatat jumlah total kasus dan kematian masing-masing meningkat menjadi 17.824 dan 595 sejak kasus pertama kali dilaporkan pada Maret, dengan tingkat kematian meningkat menjadi 3,34 persen.
Kolera adalah masalah tahunan selama bulan-bulan hujan Malawi dari November hingga Maret, di mana jumlah kematian sekitar 100 per tahun. Tetapi wabah saat ini diperkirakan akan menjadi yang terburuk.
Chiponda mengatakan Kementeriannya melalui Dinas Pendidikan Kesehatan baik di tingkat Nasional maupun Kabupaten, terus menerus menyampaikan pesan-pesan promosi kesehatan kepada masyarakat tentang penyebab penyakit termasuk (kolera) dan cara pencegahannya.
BACA: Masuk India, Penumpang Internasional Bakal Dites Covid-19 Secara Acak
Pesan pencegahan dan pengendalian Kolera ini dikirim melalui berbagai saluran termasuk media arus utama (radio, TV dan Surat Kabar), platform media sosial, sesi sosialisasi dan keterlibatan masyarakat dan melalui poster dan selebaran.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporannya pada awal November 2022 menyebutkan bahwa kasus kolrea telah ada di Malawi sejak 1998, dengan morbiditas dan mortalitas yang signifikan pada populasi yang terkena, terutama di wilayah selatan, yang merupakan dataran rendah, datar, dan rawan banjir selama musim hujan

