RELUNG.ID- Di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, sebanyak 300 jemaah umroh dijadwalkan tetap berangkat ke Tanah Suci pada 2 April 2026 atau bertepatan dengan musim Syawal.
CEO PT Southern of Sumatra Holiday Angkasa Wisata, Dedi Suparman, memastikan keberangkatan tersebut masih sesuai jadwal dan tidak terdampak situasi geopolitik di Timur Tengah.
“Yang akan terbang setelah Ramadan atau di bulan Syawal pada 2 April nanti ada 300 jemaah umroh. Visa sudah terbit dan masih on schedule keberangkatan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (2/3).
Selain itu, Dedi menyebut saat ini masih ada sekitar 700 jemaah Holiday Angkasa Wisata yang berada di Mekkah dan Madinah untuk menjalankan ibadah umroh.
“Alhamdulillah saya sudah boarding sebentar lagi penerbangan dari Jakarta menuju Madinah. Jemaah Holiday di Mekkah dan Madinah masih sekitar 700 jemaah,” katanya.
Ia menegaskan tidak ada pembatalan penerbangan langsung dari Jakarta menuju Arab Saudi. Para jemaah yang saat ini berada di Tanah Suci dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 9 Maret, sementara dirinya akan pulang pada 10 Maret setelah menjalani program umroh selama sembilan hari.
Menurut Dedi, selama penerbangan langsung dari Jakarta ke Arab Saudi tetap beroperasi normal, pihaknya akan terus memberangkatkan jemaah sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Sikap tersebut berbeda dengan sejumlah kekhawatiran dari beberapa penyelenggara umroh lain yang masih menunggu kepastian lebih lanjut terkait dampak konflik terhadap operasional perjalanan ibadah.
Holiday Angkasa Wisata memastikan seluruh proses administrasi, termasuk penerbitan visa dan akomodasi, telah rampung sehingga keberangkatan jemaah pada 2 April tetap berjalan sesuai rencana.[DNP]

