RELUNG.ID- Istri Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Sarifah Suraidah, tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Penampilannya dalam sejumlah agenda resmi dan kegiatan lapangan menuai beragam komentar dari warganet.
Sarifah kerap tampil dengan busana bergaya vintage lengkap dengan topi berukuran besar dan aksesori mencolok. Sebagian netizen bahkan menyebut penampilannya menyerupai “Noni Belanda”. Tak sedikit pula yang menilai gaya tersebut terlihat glamor dan kurang selaras dengan aktivitas yang dijalani.
Sejumlah potret dan video kegiatannya pun beredar luas dan menjadi bahan perbincangan di berbagai platform media sosial.
Menanggapi komentar yang berkembang, Sarifah memilih merespons dengan santai melalui akun Instagram pribadinya. Ia menyampaikan pandangannya tentang kebebasan berekspresi dalam berpakaian dan menjalani hidup.
“Baju dan gayanya kok berlebihan? Hidup cuma sekali, hidup gak bisa diputar lagi. Lakukan apa yang mau dilakukan,” tulisnya dalam unggahan yang dikutip Senin (2/3/2026).
Ia juga menegaskan bahwa setiap orang berhak menjadi dirinya sendiri tanpa harus hidup demi menyenangkan orang lain.
“Kita gak hidup buat untuk menyenangkan, jadilah diri sendiri,” lanjutnya.
Selain itu, Sarifah turut membagikan pesan religius tentang pentingnya kesabaran dan saling memaafkan. “Maafkan semua orang, insya Allah,” tulisnya dalam unggahan lain.
Di tengah sorotan publik, Sarifah terlihat tetap menjalankan aktivitas sosial, khususnya selama Ramadan. Ia tampak mengajak anak-anak panti asuhan berbelanja kebutuhan menjelang Lebaran. Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari sejumlah pengikutnya yang mengapresiasi kepeduliannya.
Sorotan terhadap Sarifah mencuat setelah polemik pengadaan mobil dinas mewah untuk Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, yang sebelumnya sempat menjadi perbincangan publik. Isu itu turut membuat perhatian masyarakat tertuju pada kehidupan pribadi pasangan kepala daerah di Kalimantan Timur tersebut.
Meski demikian, Sarifah memilih untuk tidak terpancing polemik dan tetap melanjutkan aktivitasnya seperti biasa.[YKP]

