RELUNG.ID — Setelah pemadaman listrik massal yang terjadi pada 4 Juni 2024 akibat gangguan sistem transmisi SUTT 275 kV Lubuklinggau-Lahat, PT PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) melaporkan bahwa hingga Rabu, 5 Juni 2024, baru 85 persen pelanggan di wilayah Sumsel yang kembali mendapatkan pasokan listrik.
“Untuk yang sudah dinormalkan atau menyala baru 85 persen di Sumsel,” kata Manajer Komunikasi & TJSL PT PLN UID S2JB, Iwan Arissetyadhi.
Selain Sumsel, wilayah lain yang terdampak adalah Bengkulu dan Jambi. Menurut Iwan, pemulihan di kedua daerah tersebut juga berlangsung dengan progres yang signifikan.
Di Bengkulu, 80 persen pelanggan telah kembali mendapatkan listrik, sementara di Jambi mencapai 75 persen.
“Di Bengkulu sudah 80 persen sedangkan Jambi 75 persen. Kita tetap mengupayakan agar secepatnya semua wilayah bisa dinormalkan,” katanya.
Secara keseluruhan, dari 4,4 juta pelanggan yang terdampak di wilayah operasional PLN UID S2JB, termasuk Sumsel, Jambi, dan Bengkulu, sebanyak 3,4 juta pelanggan telah berhasil dinormalkan. Ini berarti masih ada sekitar 1 juta pelanggan yang belum kembali mendapatkan pasokan listrik normal.
“Ada 4,4 juta pelanggan yang terdampak untuk wilayah kerja kami di Sumsel, Jambi, dan Bengkulu. Yang sudah berhasil dinormalkan 3,4 juta pelanggan,” kata Iwan.
Dengan demikian, upaya pemulihan listrik terus dilakukan oleh PLN agar seluruh pelanggan yang terdampak dapat segera menikmati kembali pasokan listrik yang stabil.
Gangguan yang terjadi pada Selasa, 4 Juni 2024 pukul 11.00 WIB, tidak hanya mempengaruhi wilayah operasional UID S2JB, tetapi juga beberapa provinsi lainnya seperti Lampung, Bangka Belitung, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, dan Aceh.[RG]

